PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOBA

Pejabat Forpimka Sumenep secara simbolis memulai pemusnahan Barang Bukti Narkoba dan Miras

PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2016

Wakil Bupati Kab. Sumenep memberangkatkan peserta jalan-jalan santai

PONPES LUBANGSA RAYA BEKALI SANTRI PENGETAHUAN BAHAYA NARKOBA

Pengurus dan Santri Ponpes Lubangsa Raya nyatakan Stop Narkoba

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Bluto Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi PPM BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Plt. Kepala Sekolah SMPN 2 Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Kepala Sekolah SMPN 3 Sumenep

CAMAT BLUTO BERSINERGI DENGAN BNNK SUMENEP

Jabat Erat antara Camat Bluto, Kepala BNNK Sumenep, Kapolsek Bluto, Danramil Bluto, Kepala Seksi PPM, dan Staf BNNK Sumenep

------------------------------------------------ end slider ------------------------------------------------------

Selasa, 13 Oktober 2015

SOSIALISASI P4GN DI DESA GADU TIMUR KEC. GANDING

Pada malam hari, suasana dan landscap di desa Gadu Timur Kecamatan Ganding cukup indah. Desa ini berada di ketinggian sehingga udaranya cukup dingin dengan dihiasi lampu – lampu bertebaran yang berasal dari rumah – rumah yang berada di lembah di sekitar desa itu. Pada tanggal 8 September 2015 pukul 19.00 WIB, masyarakat desa Lobuk berkumpul untuk mengikuti Sosialisasi Hukum yang dilaksanakan atas kerjasama antara Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, BNN Kabupaten Sumenep dan TMMD 2015. Sebagai narasumber dari BNN Kabupaten Sumenep, Rahwini Suwandi, SE., MH. (Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Sumenep) menyampaikan materi tentang Peraturan Perundang – undangan dibidang narkoba. Masyarakat diberi penjelasan bahwa menyalahgunakan dan mengeredarkan narkoba bagi tidak berhak merupakan pelanggaran hukum. Bila masyarakat melakukan tindak pidana narkoba dapat terjerat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ketentuan pidana penjara minimal 4 tahun, maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 800 juta, paling banyak 8 milyar plus 1/3. Sedangkan bagi yang terbukti sebagai korban pecandu narkotika wajib direhabilitasi tidak dituntut pidana. Kepada masyarakat desa Gadu Timur yang sudah dinobatkan sebagai Desa Sadar Hukum oleh Kemenkumham pada tahun 2014, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Sumenep mengharapkan untuk : 1. Tidak melakukan tindak pidana narkoba baik menanam, memproduksi, menyimpan, menyediakan mengedarkan, menjadi perantara ataupun mengkonsumsi narkoba. 2. Melaporkan kepada BNN Kabupaten Sumenep atau Aparat Kepolisian setempat apabila ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan terkait dengan narkoba. 3.Melaporkan korban pecandu narkoba kepada BNN Kabupaten Sumenep untuk direhabilitasi. Pada kesempatan itu masyarakat desa Gadu Timur cukup aktif bertanya dan secara serentak meminta kepada BNN Kabupaten Sumenep agar Desa Gadu Timur dibentuk Desa Bebas Narkoba. Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Sumenep berjanji untuk segera menindaklanjutinya.

SOSIALISASI P4GN DI DESA LOBUK KEC. BLUTO

Sejak terbentuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep pada tanggal 1 September 2015, untuk pertama kalinya melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada masyarakat. Penyuluhan Anti Narkoba ini bertempat di desa Lobuk Kecamatan Bluto yaitu pada tanggal 7 September 2015. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama antara Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep dengan BNN Kabupaten Sumenep. Adapun peserta yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari unsur BPD, Seluruh Ketua RT, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Ormas yang ada di desa lobuk. Kepala BNN Kabupaten Sumenep H. Bambang Sutrisno, SE., MM. sebagai narasumber menjelaskan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba. Kepala BNN Kabupaten Sumenep juga meminta masyarakat di desa Lobuk untuk menghindari narkoba terutama bagi generasi mudanya dan segera melaporkan korban pecandu narkoba kepada BNN Kabupaten Sumenep untuk direhabilitasi dan tidak dipidana. Para peserta sangat antusias mendengarkan materi tentang Narkoba. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dari peserta, antara lain : Mengapa Narkoba itu ada?, Perlukah Narkoba dikenalkan pada anak usia dini? Bagaimana cara mengatasi Narkoba ditinjau dari agama, ekonomi, social, dan budaya? dan pertanyaan lain.

PELANTIKAN PEJABAT BNN KABUPATEN SUMENEP

Pada hari Selasa tanggal 29 September 2015 bertempat di Pendopo Kabupaten Sumenep, telah dilaksanakan pelantikan pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Brigadir Jenderal Drs. Sukirman. Pejabat yang yang dilantik antara lain H. Bambang Sutrisno SE., MM. sebagai Kepala BNN Kabupaten Sumenep, Drs. Syatrawi Joyo Supeno, MH. sebagai Kasi Rehabilitasi, Rahwini Suwandi, SE., MH. sebagai Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, dan Wahyu Purnomo, SH sebagai Kasubag Umum. Pada sambutannya Bupati Sumenep Dr. KH. A Busyro Karim, MM mengharapkan BNN Kabupaten Sumenep dapat menjadi pioner dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di kabupaten sumenep. Beliau juga menyatakan dukungannya terhadap terbentuknya BNN Kabupaten Sumenep yang merupakan perubahan status dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sumenep.