PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOBA

Pejabat Forpimka Sumenep secara simbolis memulai pemusnahan Barang Bukti Narkoba dan Miras

PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2016

Wakil Bupati Kab. Sumenep memberangkatkan peserta jalan-jalan santai

PONPES LUBANGSA RAYA BEKALI SANTRI PENGETAHUAN BAHAYA NARKOBA

Pengurus dan Santri Ponpes Lubangsa Raya nyatakan Stop Narkoba

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Bluto Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi PPM BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Plt. Kepala Sekolah SMPN 2 Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Kepala Sekolah SMPN 3 Sumenep

CAMAT BLUTO BERSINERGI DENGAN BNNK SUMENEP

Jabat Erat antara Camat Bluto, Kepala BNNK Sumenep, Kapolsek Bluto, Danramil Bluto, Kepala Seksi PPM, dan Staf BNNK Sumenep

------------------------------------------------ end slider ------------------------------------------------------

Selasa, 16 Agustus 2016

Siswa Baru MA Nurul Hikmah Desa Kecer Dasuk Mendapat Pemahaman Bahaya Narkoba

SUMENEP - Dalam rangka meningkat kepedulian terhadap berbagai bahaya Narkoba yang dapat merusak terhadap generasi bangsa, membuat Sekolah Rakyat Merdeka Madrasah Aliyah Nurul Hikmah, Desa Kecer, Kecamatan Dasuk,
Dengan adanya pembekalan bagi para siswa tersebut dapat memberikan wawasan agar tidak mudah terpengaruh terhadap bahaya Narkoba yang bisa merusak mental generasi penerus bangsa. Karena siswa itu yang mayoritas dibawah umur seringkali menjadi lahan empuk peredaran narkoba oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, sebab mereka masih belum mengetahui secara bahaya dari barang haram tersebut.
“Jadi dalam pembekalan ini kami tekankan para siswa menjauhi narkoba dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Karena jika terus merajalela akan dapat membahayakan bagi generasi penerus bangsa, makanya para siswa itu sangat penting dipupuk sejak dini mengenai bahaya narkoba tersebut, supaya tidak mudah terjerumus dalam dunia yang sungguh membahayakan,” kata Habibul Mohtar, pengelola Sekolah Rakyat Merdeka Madrasah Aliyah Nurul Hikmah, Sabtu (6/8/2016).
Disebutkan, kegiatan ini merupakan masa Taaruf bagi siswa baru yang ingin menempuh pendidikan di lembaga tersebut, sehingga mereka dibekali sejak dini mengenai wawasan bahaya narkoba dan pelestarian lingkungan agar turut menjaga berbagai bahaya yang mengancam negeri ini. Apabila diberi pengetahuan mulai dari sekarang kemungkinan besar mereka tidak terpengaruh oleh siapapun yang mengajak mendekati bahaya tersebut.
“Selain itu kami juga memberikan wawasan soal pentingnya berbangsa dan bernegara, karena cara ini merupakan langkah kongkrit dan tanggung jawab kami sebagai pengelola sekolah untuk membuka wawasan para siswa dan bertanggung jawab terhadap dirinya,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut pihak sekolah bekerjasama dengan berbagai lembaga yang memang kompeten dalam memberikan wawasan mengenai bahaya narkoba dan pelestarian lingkungan, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) daerah ini dan Pecinta Lingkungan Laskar Hijau Simpul Sumenep. Itupun dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut yang diikuti oleh sebanyak 73 peserta yang terdiri dari siswa.
Pihaknya berharap dari kegiatan tersebut nantinya para siswa ketika pulang ke masyarakat atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi bisa lebih mencintai bangsa dan negaranya, bahkan juga bisa memahami bahaya narkoba yang merongrong kaum muda serta mencintai kelestarian lingkungan
Kabupaten Sumenep, Jawa Timur membekali para siswa baru tentang bahaya narkoba dan pelestarian lingkungan. Mengingat saat ini bahaya narkoba dan pengrusakan lingkungan sudah mulai mengancam di berbagai daerah, sehingga perlu diperhatikan secara serius dari berbagai pihak.

Jumat, 12 Agustus 2016

Sejak Dini Cegah Pelajar dari Bahaya Narkoba, BNNK Sumenep Launching Kurikulum Terintegrasi P4GN

Hotel Utami Sumenep - Saat ini tantangan pelajar untuk mencapai masa depan yang sukses dan gemilang semakin berat. Salah satunya ancaman narkoba yang peregarannya semakin merajalela.  Untuk itu perlu menyiapkan pelajar yang kebal terhadap tawaran narkoba. Pelajar perlu dibekali pengetahuan yang komprehensif tentang narkoba.
Pada tanggal 11 Agustus 2016, BNN Kabupaten Sumenep melaksanakan Launching Kurikulum Terintegrasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk Tingkat SMA, SMK dan Sederajat, SMP Sederajat. Ada 7 Mata Pelajaran yang sudah diintegrasikan P4GN yang kedepannya perlu dikembangkan dan disempurnakan.

Launching Kurikulum ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab. Sumenep, Kepala Bidang Pencegahan dan Daymasy BNNP Jawa Timur, Ketua DPRD Kab. Sumenep, Ketua Komisi 4, Ketua Pengadilan Sumenep, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumenep, Kepala Inspektorat Kab. Sumenep, Kepala BAPPEDA Kab. Sumenep, Direktur dan Pimpinan Cabang Bank se Kab. Sumenep, Kabag. Kesmas, Kabag Humas, Perwakilan Kepala SMA dan Kepala SMPN, Ketua P2NOT, Ketua GRANAT Sumenep, dan Siswa SMA dan siswa SMP.

Kepala BNNP Jatim melalui Kepala bidang Pencegahan dan Dalmas AKBP Ria Damayanti, SH. MM. menyampaikan bahwa pencegahan dan penanggulangan narkoba merupakan tanggung jawab kita semua, baik Pemerintah, organisasi maupun masyarakat secara umum, sebagaimana amanat Presiden RI Joko Widodo pada hari anti narkoba bulan juli kemarin,.
Sambutan Kabid. PPM BNNP Jawa Timur AKBP Ria Damayanti, SH. MM.
Sedangkan dalam sambutan Bupati Sumenep yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si. menegaskan, Penerapan kurikulum Terintegrasi disambut baik oleh pemerintah kabupaten sumenep. “Apalagi kabupaten sumenep merupakan zona merah peredaran narkoba dan kita semua yang harus bisa mencegah dan menyikapinya”. Atas nama pemerintah kabupaten Sumenep, Sekda menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BNN Kabupaten Sumenep dan BNN propinsi Jawa Timur yang telah bersinergi dengan pemerintah kabupaten sumenep dengan direalisasikannya Kurikulum Terintergasi P4GN demi menjaga dan menyelamatkan generasi bangsa dimasa yang akan datang.

Sambutan Sekdakab. Sumenep Drs. Hadi Soetarto, M.Si.
Bambang berharap, dengan digelarnya launching ini, tentu menjadi langkah awal bagi kita untuk mewujudkan Sumenep bebas narkoba, dirinya menegaskan bahwa dalam peran pendidikan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sangat penting.


Laporan Kepala BNN Kabupaten Sumenep
Pementasan Tari Muang Sangkal SMAN 2 Sumenep

Pagelaran Muzik Tong Tong SMAN 2 Sumenep
Jajaran BNN Kab. Sumenep kompak tolak narkoba

Dharma Wanita Komitmen Tolak Bahaya Narkoba, BNNK Sumenep lakukan Penyuluhan

BNNK SUMENEP – Dharma Wanita sebagai organisasi istri Pegawai Negeri Sipil mempunyai peran strategis untuk meningkatkan peran perempuan terutama melakukan pengawasan dan pembinaan pola asuh dan tumbuh kembang anak. Sehingga, generasi penerus bangsa bisa terhindar dari hal-hal yang bersifat negatif.
“Saat ini kita dihadapkan pada situasi dunia yang makin global. Semua tanpa batas, sifatnya virtual. Kita sekarang ngawasi anak kita ngeri betul.  Seks bebas, Tawuran, bahkan Narkoba, sehingga harapan kita bisa memantau, Kalau kita nggak perhatian, nggak bisa. Dharma Wanita mempunyai peran penting dalam era global khususnya menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba
Secara bertahap seluruh Dharma Wanita di Kabupaten Sumenep diberikan Sosialisasi tentang Bahaya Narkoba oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep :



Tanggal 8 Agustus 2016 Dharma Wanita Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumenep
Tanggal 9 Agustus 2016 Dharma Wanita Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sumenep
Tanggal 10 Agustus 2016 Dharma Wanita Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumenep
Tanggal 10 Agustus 2016 Dharma Wanita Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep
Dengan dlakukannya sosialisasi tentang bahaya narkoba diharapkan agar Dharma Wanita bisa berperan dalam memperbaiki generasi muda bangsa Indonesia melalui pendidikan bahaya narkoba yang dimulai dari keluarga. Ibu - ibu anggota Dharma Wanita bisa memberikan pendidikan budi pekerti kepada anak-anaknya sejak dini, untuk membentuk kultur dan karakter bangsa yang mampu menolak narkoba.

Senin, 18 Juli 2016

Siswa Baru SMA Muhammadiyah dan SMK 1 Sumenep Dibekali Pengetahuan Bahaya Narkoba



BNNK Sumenep - Siswa baru peserta MOS berikutnya yang mendapat giliran dibekali materi pengenalan bahaya penyalahgunaan narkoba adalah SMA Muhammadiyah dan SMK 1 Sumenep. 
Senin pagi 18 Juli 2016, sebanyak 106 orang siswa baru SMA Muhammadiyah mengikuti pembekalan materi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba. Mereka sangat antusias menyimak pemaparan yang disampaikan Kepala BNN Kab. Sumenep H. Bambang Sutrisno, SE. MM dan Kasi P2M BNN Kab. Sumenep Rahwini Suwandi, SE. MH. Sedangkan pada pukul 12.30, di SMK 1 Sumenep 478 orang siswa baru mengikuti kegiatan MOS dengan pembekalan materi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba.
Salah satu tujuan pelaksanaan MOS adalah pembentukan karakter siswa. Kegiatan ini bukan merupakan kegiatan kekerasan tetapi kegiatan yang menjadi ajang melatih kedisplinan, mempererat tali persaudaraan, serta pengenalan (Pembinaan Karakter).
Pada akhir materi semua siswa berikrar untuk tidak mencoba-coba narkoba, dan akan ikut aktif memerangi penyalahgunaan narkoba.

MOS SMAN 1 SUMENEP BEKALI BERPRESTASI TANPA NARKOBA.

BNNK Sumenep - MOS atau Masa Orientasi Siswa memang sudah sangat lazim dilakukan siswa SMA maupun SMP. Semua siswa yang baru memulai tahun ajaran baru disekolah yang baru pasti akan mengalami kegiatan MOS ini. Kegiatan ini dilakukan senior yang merupakan osis terhadap juniornya yang baru masuk. Kegiatan ini bukan merupakan kegiatan kekerasan tetapi kegiatan yang menjadi ajang melatih kedisplinan, mempererat tali persaudaraan, serta pengenalan (Pembinaan Karakter).
Pengenalan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar merupakan materi penting dalam pembentukan karakter siswa. Untuk itu pada pelaksanaan MOS di SMAN 1 Sumenep, BNN Kabupaten Sumenep memberikan bekal materi bahaya penyalahgunaan narkoba.
Sebanyak 385 Siswa baru SMAN 1 Sumenep mengikuti Sosialisasi tersebut yang berlangsung di Aula SMAN 1 Sumenep, Sabtu 16/7/16 pagi. Dalam sosialisasi tersebut, bertindak sebagai pemateri Kasi P2M BNN Kabupaten Sumenep Rahwini Suwandi SE., MH. menjelaskan secara detail jenis dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Dengan adanya kegiatan MOS ini diharapkan siswa baru SMAN 1 Sumenep tidak berani mencoba-coba narkoba, menjadi perantara, pengedar narkoba karena masa depan menjadi taruhannya

Selasa, 28 Juni 2016

BUPATI SUMENEP PIMPIN APEL GABUNGAN DALAM RANGKA PUNCAK PERINGATAN HANI 2016

Sumenep – 27 juni 2016 Pemerintah Kabupaten Sumenep memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2016 di halaman kantor Bupati Sumenep.
Bupati Sumenep DR. KH. A. Busyro Karim memimpin apel gabungan yang dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda, Pembantu Sekda, Kepala Dinas, Badan dan Kantor, Pejabat Eselon III, Eselon IV dan seluruh staf dilingkungan Pemkab. Sumenep.
Dalam arahannya Bupati Sumenep menegaskan bahwa kejahatan narkoba terbukti merusak masa depan bangsa di negara manapun, karena daya rusaknya yang luar biasa terhadap syaraf manusia, fisik, sosial yang dalam jangka panjang akan menurunkan daya saing dan kemajuan bangsa.

Jumlah pengguna narkoba di Indonesia mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Tahun 2015 angka prevalensi pengguna narkoba mencapai 4,1 juta orang (2,2%), meningkat dari tahun 2014 . Kerugian material diperkirakan sebesar lebih kurang Rp 63 triliun yang mencakup kerugian akibat belanja narkoba, biaya pengobatan, barang-barang yang dicuri, biaya rehabilitasi, dll
Di Kabupaten Sumenep, pada tahun 2016 jumlah kasus penyalahgunaan narkobapada dari awal januari sampai bulan juni 2016 sebanyak 34 kasus dengan barang bukti yang sudah dimusnahkan (shabu-shabu) 90,26 gram, sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 55 kasus.
Penanggulangan narkoba di Kabupaten Sumenep harus dilaksanakan lebih giat lagi mulai dari pencegahan, rehabiltasi dan pemberantasan. Pemerintah daerah kabupaten sumenep menyambut baik terbentuknya Penggiat/ Satgas anti narkoba di masing-masing desa
Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah membuat :
  1. Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep nomor : 15 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya
  2. Keputusan Bupati sumenep nomor : 188/347/KEP/435.013/2016 tentang Tim Koordinasi Terpadu dan Kelompok Kerja P4GN
Dalam acara ini DR. KH. A. Busyro Karim memberikan penghargaan kepada SMAN 2 Sumenep yang telah berperan aktif dalam P4GN,  memberikan santuan kepada anak yatim
dan secara simbolis Bapak Bupati Sumenep menempelkan stiker Stop Narkoba di mobil dinasnya yang diikuti penempelan kepada seluruh mobil dinas di Kabupaten Sumenep


Senin, 20 Juni 2016

DHARMA WANITA DINAS HUTBUN DAN SEKWAN KAB. SUMENEP BERTEKAD CEGAH NARKOBA

BNNK SUMENEP - 3 Juni 2016. Keluarga merupakan benteng pertama yang dapat menangkal masuknya berbagai macam perilaku dan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan agama.
Melalui Dharma wanita Sekretariat Dewan dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep memberikan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada seluruh pengurus dan anggota nya. 
Dengan meningkatnya pengetahuan ibu - ibu keluarga Dharma wanita Sekretariat Dewan dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep diharapkan dapat menangkal maraknya penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sumenep
Pada kesempatan itu Ketua Dharma wanita Sekretariat Dewan Kabupaten Sumenep berpesan agar setiap ibu dapat melindungi anggota keluarganya dari penyalahgunaan narkoba.
Sedangkan Ibu Ketua Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep mengingatkan bahwa peranan ibu dalam keluarga sangat besar sehingga keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dapat terwujud berkat peran seorang ibu.

Senin, 06 Juni 2016

"GENERASI HEBAT GENERASI BEBAS NARKOBA" TEMA DIALOG KEPEMUDAAN OLEH KARANG TARUNA DESA JAMBU

JAMBU LENTENG - kepedulian Karang taruna desa jambu kecamatan terhadap merebaknya peredaran gelap narkoba diwujudkan dengan mengadakan dialog kepemudaan dengan tema Generasi Hebat Generasi Bebas Narkoba. 
Bertempat di Balai Desa Jambu dialog tersebut dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Sumenep Bambang Sutrisno, SE. MM. dan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Rahwini Suwandi, SE. MH. sebagai narasumber.
Peserta yang hadir terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pelajar dan aparatur desa jambu.
Kepala desa Jambu pada sambutannya, mengapresiasi karang taruna desa jambu yang telah menyelenggarakan dialog kepemudaan tersebut. Dia berharap dengan adanya dialog tersebut masyarakat desa jambu dapat mengetahui tentang bahaya narkoba sehingga dapat bersama-sama mencegah peredaran gelap narkoba yang akan masuk ke desa jambu.




Jumat, 03 Juni 2016

HARI ANTI NARKOBA INTERNASIONAL DIMERIAHKAN DENGAN JALAN JALAN SANTAI

SUMENEP - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep peringati hari anti narkoba dan hari pendidikan nasional pada 3/6/2016.
Peringatan itu dikemas dengan jalan jalan sehat yang melibatkan semua elemen pendidikan di kabupaten sumenep termasuk semua UPT pendidikan yang ada di Kabupaten Sumenep, diperkirakan peserta JJS mencapai 5 ribu peserta.
Pada pagelaran JJS tersebut semua peserta mengkampanyekan bahaya narkoba dengan menunjukkan Stiker Stop Narkoba pada masyarakat sepanjang perjalanan mulai dari start sampai finis.
Wakil bupati sumenep Achmad Fauzi pada sambutannya menyampaikan bahwa hari pendidikan nasional dan hari anti narkoba internasional sangat erat kaitannya, dia menyebutkan bahwa pendidikan merupakan dasar yang harus kuat dalam rangka membentengi bangsa indonesia dari bahaya narkoba. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba berawal dari pendidikan yang tidak baik. Sehingga perlu adanya pembentukan karakter pendidikan yang baik.
Fauzi juga menyebutkan angka penyalahguna narkoba di indonesia yang diperkirakan mencapai 4,2 juta, 22 persen berasal dari anak sekolah dan mahasiswa yakni berusia 14 hingga 20 tahun. Bahkan sudah ada yang menyusup ke sekolah dasar.
Lanjut fauzi “ hal ini jika tidak di antisipasi akan menjadi racun yang merusak generasi bangsa, antisipasi yang di tawarkan Wabup Sumenep ini tidak lain adalah dengan cara mewariskan pendidikan yang berkwalitas”. Diakui atau tidak pendidikan kita mampu menciptakan generasi harapan yang nantinya akan mengharumkan bangsa dan negara. Serta mencetak generasi harapan masa depan yang unggul dan berkarakter.
Kepala BNN Kabupaten Sumenep Bambang Sutrisno SE, MM. Mengharap peringatan hari anti narkoba internasional HANI dan peringatan Hardiknas akan menjadi motivasi tersendiri bagi kita semua, sehingga mampu berbenah diri dan memantapkan motivasi kita dalam memajukan kabupaten Sumenep berprestasi tanpa narkoba.


Kamis, 02 Juni 2016

KAMPANYE STOP NARKOBA WARNAI PERPISAHAN SMP DAN SMA DI SUMENEP

Sumenep - Gerakan Stop Narkoba terus ditabuh laksana genderang perang oleh BNN Kab. Sumenep karena bandar dan pengedar narkoba tidak pernah merasa takut untuk berhenti menyebarkan barang maut narkoba kepada seluruh masyarakat tidak terkecuali pelajar.
Bak Gayung bersambut banyak sekolah yang mengharapkan mengisi acara kampanye stop narkoba pada acara perpisahan sekolah tahun pelajaran 2016.

Kampanye Stop Narkoba pada Perpisahan SMPN 1 Bluto
Kampanye Stop Narkoba pada Perpisahan SMPN 2 Sumenep

Kasi PPM BNN Kab Sumenep pada Perpisahan SMPN 2 Sumenep

Plt Kepala Sekolah SMPN 2 Sumenep memberikan sambutan

Kampanye Stop Narkoba pada Perpisahan SMPN 3 Sumenep
Kampanye Stop Narkoba pada Perpisahan SMPN 1 Sumenep

Kasi Rehabiltasi menrahkan piagam kepada Kepala SMPN 3 Sumenep
Kampanye Stop Narkoba pada Perpisahan Nurul Hidayah Manding

PERSIAPAN LIBUR RAMADHAN LUBANGSA RAYA PONPES AN-NUQAYAH BEKALI SANTRI PENGETAHUAN BAHAYA NARKOBA

Guluk-Guluk – Senin 30 Mei 2016 Pengasuh Pondok Pesantren An-Nuqayah Daerah Lubangsa Raya Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Jawa Timur menyadari pentingnya membekali santri tentang bahaya narkoba.

“Mengingat bahaya pengaruh narkoba, kami terus menyuarakan di setiap kesempatan demi menyelamatkan generasi muda Sumenep. Apalagi saat ini narkoba mulai merambah kalangan pelajar, baik sebagai pengedar dan pemakai,” ujar Kasi P2M Rahwini Suwandi SE, MH.
Rahwini mengatakan pada saat penyampaian materinya, “pencegahan narkoba  harus dimulai dengan pembinaan dari pribadi, keluarga dan masyarakat. Hal ini, kata dia, agar anak-anak atau kalangan remaja tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang akhirnya berpotensi terpengaruh pada penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pemuda adalah generasi emas yang akan memegang kunci dalam keberhasilan dan kelangsungan negara ini.
“Sosialisasi ini merupakan bekal pada santri di saat liburan nanti, karna pada saat liburan, santri akan ketemu dengan teman-teman lamanya, dan di khawatirkan teman lamanya itu sudah menjadi korban atau pengedar narkoba, sangat dimungkingkan teman lamanya itu mengajak mencoba-coba narkoba.
 “Penekanan utama sosialiasi yang kami berikan kali ini adalah mereka para santri harus menjauhi narkoba. Narkoba bisa menjadi candu bagi siapapun termasuk santri,” kata Satrawi Joyo selaku Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Sumenep
Selain penekanan untuk menjauhi narkoba, para santri juga diberikan pengenalan jenis narkoba yang beredar di Indonesia dan bahaya-bahaya yang ditimbulkan apabila orang itu menggunakan narkoba.
“Kami bekali mereka agar mentalnya menjadi kuat dan tidak tergoda dengan narkoba. Sosialisasi ini adalah benteng, agar ke depan mereka sebagai generasi muda tahu apa itu narkoba dan jenisnya, serta punya kesadaran untuk menjauhinya,” Pungkasnya.



DUKUNG PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA, PMII GELAR SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA

Rubaru - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja Sumenep Jawa Timur menghadirkan BNN Kabupaten Sumenep pada acara sosialisasi bahaya narkoba dalam rangka Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang di adakan di Desa Mandala Kecamatan Rubaru tepatnya di rumah Kades Mudellir pada minggu malam, 29 Mei 2016.
Ketua Komisariat PMII Unija Sumenep, Wawan Lantang menegaskan bahaya narkoba yang sudah menyasar kepada pelajar dan mahasiswa sehingga perlu penanganan lebih serius oleh semua pihak. Pasalnya, pelajar dan mahasiswa merupakan generasi bangsa yang perlu diselamatkan sebagai investasi masa depan wajah Negara Indonesia.
“Narkoba menyasar siapapun dan tidak pandang bulu. Untuk segmen pelajar dan mahasiswa, kami mengajak kepada mereka untuk bersama-sama memeranginya dengan mengikrarkan diri melawan terhadap narkoba, bersama-sama kita torehkan prestasi tanpa narkoba” jelasnya.
Selain Sosialisasi bahaya narkoba pada peserta pengkaderan dasar ini, kami juga mewajibkan kader kami untuk ikut mengkampenyekan bahaya narkoba melalui beberapa media yang sudah kami miliki. Termasuk setiap kali kita mengadakan diskusi dan kajian kami utamakan penyajiannya ada materi yang bersinggungan dengan bahaya narkoba, hal ini dilakukan adalah sebagai bentuk kontribusi kami terhadap Kabupaten Sumenep. Ungkap Kekom Unija.
“Kami akan diskusikan lebih lanjut dengan pihak terkait baik pemerintah Kabupaten Sumenep maupun kepada pihak kepolisisan yang konsen menangani kasus narkoba. Kita ketahui bersama Kabupaten Sumenep sebagai pintu Masuknya narkoba melalui beberapa pulau yang ada di sumenep. Nah kita antisipasi terlebih dahulu, khususnya para pelajar dan Mahasiswa,” jelasnya.

Rabu, 01 Juni 2016

HOTEL, KOS-KOSAN DAN CAFE MARAK NARKOBA, BNN SOSIALISASIKAN PERDA NO 15 TAHUN 2013

BNNK SUMENEP 28 Mei 2016 – Meningkatnya jumlah kos-kosan, hotel dan cafe di sumenep, ditengarahi banyak digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba seperti dijadikan tempat transaksi, tempat transit dan tempat menggunakan narkoba, maka BNN dan  Bakesbangpolinmas Kabupaten Sumenep melakukan sosialisasikan peraturan daerah nomor 15 tahun 2013 tentang pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya pada pemilik hotel, rumah kost dan rumah makan serta cafe.
Kepala Bakesbangpolinmas menjelaskan bahwa akhir-akhir ini peredaran narkoba di Kabupaten Sumenep cukup memprihatinkan.
Rahwini Suwandi SE, MH. Selaku Kasi PPM memaparkan beberapa aturan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep serta tugas dan fungsi dari Tim Koordinasi Terpadu dalam pelaksanaan pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang ada di Kabupaten Sumenep. 
Rahwini juga menghimbau kepada pemilik hotel, cafe juga rumah kost yang ada di Sumenep agar melakukan tes urine secara berkala pada setiap karyawannya, utamanya pada rekruitmen karyawan baru baik di hotel, rumah kost dan cafe. Perlu juga mensyaratkan surat keterangan bebas narkoba pada surat lamaran.
Disampaikan Kasat Intel Polres Kabupaten Sumenep pihaknya menceritakan “Beberapa penangkapan yang pernah kami lakukan di tempat-tempat yang sangat privasi, seperti hotel dan rumah kost, dalam penangkapan tersebut ternyata ada oknom pelayan hotel yang sengaja menjadi partner kejahatan penyalahgunaan narkoba, sehingga penyalahgunaan narkoba tersebut sangat rapi dan tanpa di curigai oleh siapapun, termasuk pemilik hotel” ungkap Kasat Intel yang baru pindah ke Sumenep 3 Bulan lalu.
Disamping penangkapan pada penyalahguna narkoba diluar Kabupaten Sumenep, Kasat Intel Polres Sumenep juga menjelaskan beberapa penangkapan yang bekerjasama dengan BNN Kabupaten Sumenep, salah satunya penangkapan yang dilakukan di Kangaian salah satu kepulauan yang ada di Kabupaten Sumenep. BB mencapai 2,5 kilogram, itu merupakan bandar besar yang ada di Kabupaten Sumenep.

MELALUI KOMUNIKASI SOSIAL KORAMIL RUBARU AJAK MASYARAKAT JAUHI NARKOBA

Rubaru 18 Mei 2015 - Koramil Rubaru menggelar Pertemuan Komunikasi Sosial dengan Komponen Masyarakat dalam meningkatkan wawasan kebangsaan guna mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Pertemuan ini bertujuan untuk membentengi masyarakat rubaru dari peredaran dan peredaran gelap narkoba.
Pertemuan ini dihadiri oleh Danramil secara pribadi, Kepala BNN Kab. Sumenep, Kapolsek Rubaru, dan Camat Rubaru.
Peserta yang diundang Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kepala Desa. UPT. Puskesmas, UPT. Pendidikan, UPT. Departemen Agama Manding, dan Kelompok Tani.
Pada Acara Pembukaan Komandan Koramil Manding mengingatkan pentingnya wawasan kebangsaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa yang mulai terancam dengan meningkatnya tren peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Untuk itu Danramil Manding berpesan kepada seluruh komponen masyarakat manding untuk saling menjaga terciptanya wilayah kecamatan yang bebas dari narkoba.
Kepala BNN Kabupaten Sumenep sebagai narasumber tunggal memapar tentang Bahaya Narkoba. Sedangkan camat Rubaru berpesan agar masyarakat tetap kompak dalam menghadapi gencarnya peredaran narkoba.

Kamis, 12 Mei 2016

CEGAH PELAJAR COBA - COBA NARKOBA, SMPN 2 DAN SMPN 1 SARONGGI MENDAPAT SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA

BNNK Sumenep - Meningkatnya angka penyelahgunaan narkoba khususnya coba-coba pakai pada kalangan pelajar, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep melakukan sosialisasi Bahaya Narkoba dan tes urine pada siswa di SMPN 1 dan SMPN 2 Saronggi.
"Diharapkan dengan penyuluhan yang dilakukannya, sekolah menjadi bersih dari narkoba dan pelajar di SMPN 1 Dan SMPN 2 Saronggi ini bisa meraih prestasi dan selamat dari bahaya penyalahgunaan narkoba"kata Kepala sekolah.
Kepala sekolah SMPN 2 Saronggi juga menambahkan, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat terhadap siswa-siswi. "Kita juga berharap kepada peserta didik yang mengikuti kegiatan ini, bisa menjadi kader anti narkoba. Sebagai perpanjangan tangan menyebarluaskan ilmu dan informasi tentang P4GN kepada teman-teman, keluarga dan masyarakat, guna menekan angka perkembangan penyalahgunaan Narkotika ini.
Pada sesi pertama dipaparkan materi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Peran Pelajar dalam P4GN oleh Kasi PPM Rahwini Suwandi, dilanjutkan pemapaparan materi Rehabilitasi oleh kasi rehabilitasi H. Syatrawi Joyo S. Dalam kesempatan yang terpisah, Kepala BNN Kabupaten Sumenep Bambang Sutrisno juga menjelaskan kepada dewan guru.


KORAMIL MANDING BERSINERGI DENGAN BNN KAB. SUMENEP DALAM P4GN

Manding 10 Mei 2015 - Dalam rangka mengantisipasi maraknya peradaran narkobadi wilayah manding, Danramil Manding mengadakan Komunikasi Sosial dengan Komponen Masyarakat dalam meningkatkan wawsan kebangsaan guna mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Hadir asebagai pesrerta dalam acara tersebut 10 Kepala Desa dari 11 desa yang ada sedangkan 1 desa diwakili oleh Sekretaris Desa. Perwakilan pegawai dari UPT. Puskesmas, UPT. Pendidikan, UPT. Departemen Agama Manding, Anggota Polsek Manding, Tokoh Agama antara lain Ponpes Al Bajigur,Pelajar dan Kelompok Tani.
Sedangkan Narasumber berasal dari Kepala BNN Kabupaten Sumenep dan Plt. Kapolsek Manding.
Pada Acara Pembukaan Komandan Koramil Manding mengingatkan pentingnya wawasan kebangsaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa yang mulai terancam dengan meningkatnya tren penyalahgunaan narkoba. Untuk itu Danramil Manding berpesan kepada seluruh komponen masyarakat manding untuk saling menjaga terciptanya wilayah kecamatan yang bebas dari narkoba.
Sedangkan camat manding berpesan agar masyarakat waspada adanya jenis narkoba baru yang mulai beredar tidak terkecuali bisa beredar di wilayah manding

Rabu, 04 Mei 2016

PENGUKUHAN SATGAS ANTI NARKOBA PC IPNU SUMENEP

Gedung PC Nahdatul Ulama Sumenep - 3 Mei 2016, Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama Sumenep bertekad mendukung tugas BNNK Sumenep dalam Pencegahan dan Pemberantasan Pemberantasan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten Sumenep. Sebanyak 16 orang anggota PC-IPNU Sumenep menyatakan kesediaan dan kesediannya untuk membetuk Satuan Tugas (SATGAS) Anti Narkoba.
Untuk memulai tugasnya, Kepala BNN Kab. Sumenep mengukuhkan SATGAS Anti Narkoba PC. IPNU Kabupaten Sumenep dimaksud.
Pada kesempatan tersebut Kepala BNN Kab. Sumenep berpesan untuk bekerja dengan sugguh-sungguh dan ikhlas dengan menghindari penyalahgunaan narkoba.

Selasa, 03 Mei 2016

CAMAT SARONGGI BERSINERGI DENGAN BNN KAB. SUMENEP

Kecamatan Saronggi - Dalam rangka mewujudkan Sumenep bebas dari penyalahgunaan narkoba Sinergitas antara instansi pemerintah dengan BNN Kabupaten Sumenep dengan terus digalakkan.
Senin 2 Mei 2016 BNN Kabupaten Sumenep diundang untuk memaparkan tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba kepada semua aparatur pemerintah tingkat kecamatan dan desa diwilayah saronggi seperti kepala desa Kepala UPT. Puskesmas, Kepala UPT. Binamarga, Kepala UPT. Cipta Karya, Kepala UPT. Pendidikan, Kepala Sekolah, dan semua staf kecamatan.
Sunaryo, Camat Saronggi mengingatkan kepada semua aparatur yang ada diwilayah kecamatan saronggi untuk mampu menjadi suri tauladan dalam menolak / anti narkoba, utamanya kepala desa harus bisa menjaga desanya agar bebas dari peredaran gelap narkoba.
pada kesempatan tersebut Kepala BNNK Sumenep Bambang Sutrisno mengapresiasi camat saronggi yang telah bersinergi dengan BNN Kab. Sumenep dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkoba yang terus meningkat.