PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOBA

Pejabat Forpimka Sumenep secara simbolis memulai pemusnahan Barang Bukti Narkoba dan Miras

PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2016

Wakil Bupati Kab. Sumenep memberangkatkan peserta jalan-jalan santai

PONPES LUBANGSA RAYA BEKALI SANTRI PENGETAHUAN BAHAYA NARKOBA

Pengurus dan Santri Ponpes Lubangsa Raya nyatakan Stop Narkoba

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Bluto Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi PPM BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Plt. Kepala Sekolah SMPN 2 Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Kepala Sekolah SMPN 3 Sumenep

CAMAT BLUTO BERSINERGI DENGAN BNNK SUMENEP

Jabat Erat antara Camat Bluto, Kepala BNNK Sumenep, Kapolsek Bluto, Danramil Bluto, Kepala Seksi PPM, dan Staf BNNK Sumenep

------------------------------------------------ end slider ------------------------------------------------------

Jumat, 29 Januari 2016

BNN Sosialisasikan Bahaya Narkoba Di SMAN 1 Kalianget

Sumenep - Berdasarkan hasil survei BNN pada 2011 prevalensi penyalahguna narkoba adalah 2,2 persen atau setara dengan 4,2 juta orang. Ironisnya yang paling banyak menjadi pecandu narkoba adalah usia produktif antara usia 15 sampai 59 tahun.
Masalah ini sangat mengancam generasi muda sehingga perlu adanya penanganan serius dalam mengintaskan penyalahgunaan narkoba khususnya di kabupaten sumenep, juatamanya pada pejar.
Dalam hal ini BNN Kabupaten Sumenep sangat respek pada kondisi yang sangat mencekam pemuda saat hari ini, sehingga BNN melakukan tindakan tepat melaksanakan pencegahan di usia dini, menyelamatkan generasi bangsa dengan melakukan sosialisasi terhadap bahaya narkoba yang di langsungkan di SMAN 1 Kaleanget, Kamis 28/1/2016. Al hasil siswa dan siswi SMAN 1 Kaleanget mulai menyadari akan bahaya narkoba. dan mereka berIKRAR akan menjauhi narkoba dan akan berbakti kepada orang tua.
Betapa pentingnya generasi muda, layaknya semboyan yang di teriakkan oleh Bung Karno Bapak Proklamator Kemenerdekaan Republic Indonesia, pada saat tampilan di layar proyektor pemateri H. Rahwini Suwandi saat pembukaan penyampaian materinya. “ beri aku 1000 orang tua niscaya akan aku cabut gunung merapi dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan aku goncangkan dunia.”
Rahwini tegaskan “petapa pentingnya generasi muda, betapa berharganya generasi bangsa, betapa naifnya ketika generasi bangsa yang ada di depan saya ini menjadi korban penyalahgunan narkoba.” itulah rasa kepedulian yang di sampaikan oleh pemateri dari bidang peencegahan dan pemberdayaan masyarakat ini, karna di akuinya masa depan bangsa ada di tangan pemuda. Ujarnya.
Sementara itu Komandan BNN Kabupaten Sumenep Bambang Sutrisno memaparkan “Ancaman bahaya narkoba sudah di depan mata. Bahkan, bandar narkoba sudah menjadikan lembaga pendidikan seperti sekolah/madrasah dan kampus sebagai pusat peredarannya.
"Harusnya lembaga pendidikan steril dari narkoba, Karena dari sanalah lahir pemimpin dan orang-orang yang mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Namun yang terjadi saat ini banyak sekali pelajar dan mahasiswa justru menjadi budak dari barang haram narkoba," pungkas Basu.
Selain pengenalan terhadap narkoba dan himbauan terhadap bahaya narkoba juga di sampaikan oleh kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Sumenep H. Satrawi tentang wajib lapor bagi korban pecandu narkoba. “saya selaku Kasi Rehabilitasi menginginkan agar pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba sesegera mungkin melapor ke BNN Kabupaten Sumenep, identitas dari korban sepenuhnya akan di rahasiakan dan rehab secara gratis.”
Bahkan Satrawai menghimbau, “Tidak hanya bagi pecandu dan korban yang wajib lapor, melaikan juga kalau ada tetangganya yang terjangkit narkoba segera laporkan.! Karna banyak masyarakat yang belum paham terhadap rehabilitasi yang di lakukan BNN, masyarakat takut akan di tangkap. Lanjut Satrawi masyarakat yang melapor tidak akan kena pidana berbeda dengan yang tidak melpor dan tertangkap maka akan kena pidana.” Red.  

BNN Kabupaten Sumenep Lakukan Sosialisasi P4GN Dan Penyuluhan Sadar Hukum Bersama KEMENKUMHAM

Sumenep - Menghadapi Asean Economic Community atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015. Indonesia perlu menyiapkan generasi yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
MEA mempunyai dampak positif dan negative terhadap keberlangsungan Negara ini, utamanya di bidang perekonomian, persaingan pada bursa tenaga kerja akan semakin ketat. Oleh karena itu dibutuhkan generasi muda dan tenaga kerja yang terampil, sehat, cerdas untuk dapat bersaing menghadapi MEA tersebut.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep bekerjasama dengan Kemenkumham pada kamis, 28/1/16 adakan sosialisasi anti narkoba dan juga penyuluhan sadar hukum yang bertempat di SMA PGRI, SMA Negri 2 Sumene, dan SMA Negri Muhammadiyah Sumenep.
Acar tersebut berlangsung bersamaan, dengan fasilitator/pemateri yang di datangkan dari BNN Kabupaten sumenep, pemateri di SMAN Muhammadiayah di isi oleh Komandan BNN kabupaten Sumenep H. Bambang Sutrisno.
Dalam penyampaiannya, Basu memaparkan, Masyarakat utamanya pelajar perlu mewaspadai segala potensi yang dapat berimbas pada kondisi sosial masyarakat, Dalam MEA, sambung Basu, selalu ada potensi bagi nilai-nilai asing untuk tumbuh dan berasimilasi dengan nilai-nilai local local Indonesia umumnya Madura dan khusnya Sumenep.
Namun, Basu mengatakan, jangan sampai momentum ini dimanfaatkan oleh para bandar narkoba untuk memasarkan produk ilegal mereka di Indonesia. "Jangan jadikan MEA sebagai moment bagi para bandar untuk masuk ke Indonesia. Tidak ada tempat buat narkoba di Indonesia," katanya.
Berbeda penyampaian dengan pemateri di SMA PGRI sumenep yang di isi oleh kasi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat H. Rahwini Suwandi. Generasi muda harus mempersiapkan diri dengan baik menghadapi MEA. Selain menguasai IPTEK, generasi muda juga wajib menghindari penyalahgunaan narkoba.
Rahbini menambahkan agar siswa bisa berkreasi dan berinofasi memberikan nilai tambah pada suatu barang atau prodak. "seperti singkong, karna di kabupaten sumenep singkong merupakan bahan baku yang mudah di dapat, selain mudah di dapat singkong masih di olah ala tradisional" hal tersebut dapat mempengaruhi rendah dan tingginya nilai tambah, masyrakat ekonomi asian menuntut masyarakatnya harus mampu bersaing, secara kreatif, cerdas, kompititip.

Sesuai bidangnya, kasi Rehabilitasi H. satrawi pada saat mengisi materi di SMA Negri 2 Sumenep pada kamis, 28/1/2016. Tidak hanya  memaparkan terkait persaingan antar Negara dalam menghadapi MEA termasuk di antaranya persaingan di pasar bebas, Masyarakat ekonomi asean adalah masyarakat yang sudah berintegrasi antara satu dengan yang lain.
Satrawi juga menghimbau agar di MEA ini masyarakat, untamya siswa SMA Negri 2 Sumenep, terhindar dari penyalahgunaan narkoba, dan menjadi korban penyalahgunaan narkoba. karna bahaya narkoba sangat mengancam nyawa. bahkan menimbulkan efek ketergantungan.
“Bagi siapa saja yang terjangkit masalah narkoba segera melaporkan ke BNN Kabupaten Sumenep untuk di lakukan Rehabilitasi, baik rehab Medis ataupun rehap Sosial” jika tidak melapor maka akan dipidana. Selain itu yang akan mendapatkan perlakuan pidana adalah Bandar dan pengedar, di akui Bandar dan pengidar merupakan penyebab utama adanya korban penyalahgunaan narkoba. kata Satrawi

Selasa, 26 Januari 2016

BNN Kabupaten Sumenep Kunjungan ke sekolah Kepala Sekolah : “Kami Menginginkan Semua Siswa Memiliki Surat Keterangan Bebas Narkoba”

Sumenep – Upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba di kabupaten sumenep kini semakin menemukan titik terang, pasalnya dengan bergeraknya Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep sampai saat ini kian terus aktif dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kabupaten sumenep khususnya di kalangan pelajar.

Langkah ini sangat di apresiasi oleh kalangan pengelola pendidikan yang ada di kabupaten sumenep, baik pendidikan formal ataupun pendidikan non formal.

Kunjungan BNN Kabupaten Sumenep ke lembaga-lembaga pendidikan yang ada di lingkungan kabupaten sumenep sangat di sambut baik oleh kepala sekolah setempat, lembaga pendidikan sangat tersebut senang dengan kehadiran badan narkotika nasional kabupaten sumenep, karna telah ikut serta dalam menjaga anak didik mereka terbebas dari jeratan barang haram (narkoba) tersebut, di antara  lembaga pendidikan yang di lakukan koordinasi oleh BNNK Sumenep pada senin (25 Januari 2016). SMPN 1 Sumenep, SMPN 5 Sumenep, SMPN 1 Kalianget, dan SMAN 2 Sumenep.

Lembaga tersebut di atas sangat menginginkan siswasa mepunyai surat keterangan bebas narkoba dari BNN Kabupaten sumenep, pihaknya menginginkan surat tersebut sebagai bukti bahwa siswa yang akan masuk dan keluar dari lembaganya mempunyai surat keterangan bebas narkoba dari BNN kabupaten sumenep, sebagai bukti legal siswa tersebut terbebas dari narkoba.

Selain itu, kepala-kepala sekolah di atas, menginginkan sekolahnya menjadi sekolah bebas narkoba secara formal, agar sekolah tersebut di yakini penolakannya terhadap narkoba sesuai dengan legalitas lembaga tersebut yang menyatakan sekolah bebas narkoba.

Disamping itu kepala sekolah siap untuk di lakukan tes urine kepadanya dan juga kepada guru yang berstatus menjadi guru di satuan pendidikan tersebut, Agar tidak hanya siswanya yang terbebas dari narkoba akan tetapi semua yang tergabung di satuan pendidikan itu  terbebas dan di nyatakan bebas dari narkoba.

Sementara itu, kepala Badan Narkotika Nasional BNN Kabupaten Sumenep Bambang Sutrisno memaparkan, pihaknya siap mengeluarkan surat bebas narkoba pada setiap siswa di lingkungan pendidikan di kabupaten sumenep dengan catatan, Setiap siswa yang mendapatkan surat keterangan bebas narkoba terlebih dahulu akan di lakukan tes urine, “ kami siap mengeluarkan surat pernyataan bebas narkoba, Namun harus di lakukan tes urine dulu pada siswa yang bersangkutan”.

pihaknya juga menjelaskan bahwa, Untuk melakukan tes urine BNN Kabupaten Sumenep belum memiliki anggaran khusus, sehingga perlu ada partisipasi dari beberapa elemen termasuk dari lembaga pendidikan terkait, “ kami siap melakukan tes urine pada setiap siswa dengan kerjasama lembaga pendidikan tersebut, terserah tekhnisnya seperti apa, yang jelas BNN Kabupaten Sumenep masih belum memiliki anggaran khusus untuk tes urine.” ujar BaSu.

Sebagai kreteria sekolah bebas narkoba, Basu menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan yang harus dan sudah di lakukan oleh lembaga pendidikan tersebut, di antaranya. Pertama tidak pernah ada transaksi, pengidaran, pemakaian narkoba di lingkungan sekolah, kedua membentuk Satgas di lembaga tersebut untuk mensosialisakikan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba P4GN secara berkesinambungan. Ketiga lembaga tersebut harus memasang banner atau sejenisnya untuk menghimbau siswa dan siswinya agar menjauhi narkoba. red.

BNNK SUMENEP MELAKUKAN PEMETAAN DAN VERIFIKASI LEMBAGA REHABILITASI KOMPONEN MASYARAKAT

Dalam rangka pelaksanaan kebijakan dan program BNN RI khususnya dibidang Rehabilitasi, BNN Kabupaten Sumenep melakukan Pemetaan dan Verifikasi Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat, hal ini dimaksudkan untuk :
  1. Penguatan lembaga rehabilitasi yang dilaksanakan oleh komponen masyarakat
  2. Evaluasi keberadaan lembaga rehabilitasi komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Sumenep baik dari segi ; Sarana prasarananya, SDM nya, Ijin Operasionalnya dsm.
  3. Persiapan dalam pelaksanaan rehabilitasi Pecandu Narkotika.dan Korban Penyalahgunaan Narkotika bekerjasama dengan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat 
Adapun Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat yang dilakukan Pemetaan dan Verifikasi yaitu :
  1. Yayasan Al - Bajigur, Desa Tenonan Kecamatan Manding dilaksanakan pada Tanggal 15 Januari 2016
  2. Yayasan Al - Inshaf, Desa Lenteng Barat Kecamatan Lenteng dilaksanakan pada Tanggal 18 Januari 2016
Hasil Pemetaan dan Verifikasi Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat: sebagai berikut :
  1. Pelaksanaan Rehabilitasi di lembaga tersebut masih bersifat tradisional dan keagamaan
  2. Sumber daya manusia sangat terbatas, tidak ada tenaga medis baik dokter, perawat, asesor maupun konselor.
  3. Sarana dan prasarana kurang memadahi, tidak ada ruang pemeriksaan, ruang tunggu tamu dan ruang medis.   
Tindak lanjut kegiatan Pemetaan dan Verifikasi LRKM
  1. Hasil pemetaan dan verifikasi LRKM tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengajuan Proposal Kerjasama penanganan rehabilitasi Pecandu Narkotika.dan Korban Penyalahgunaan Narkotika oleh Komponen Masyarakat dan diusulkan kepada Deputi Rehabilitasi BNN RI.
  2. Selanjutnya Deputi Rehabilitasi BNN RI akan melakukan verifikasi lanjutan untuk menentukan kelayakan dalam pelaksanaan rehabilitasi Pecandu Narkotika.dan Korban Penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Sumenep.
FOTO KEGIATAN PEMETAAN DAN VERIFIKASI LRKM TAHUN 2016
Kasi Rehabilitasi BNN Kab. Sumenep bersama staf saat memasuki pintu gerbang 
Yayasan Al-Bajigur ds. Tenonan Kec. Manding Tgl. 15 Januari 2016.

Kasi Rehabilitasi BNN Kab. Sumenep bersama Pengasuh dan Pengurus serta Klien yang direhabilitasi di Yayasan Al-Bajigur, 15 Januari 2016
Kasi Rehabilitasi BNN Kab. Sumenep saat meninjau ruang pelaksanaan rehabilitasi dan Klien yang direhabilitasi di Yayasan Al-Bajigur, 15 Januari 2016


Kasi Rehabilitasi BNN Kab. Sumenep saat memberikan penjelasan tentang pemetaan dan verifikasi LRKM kepada Pengasuh dan PengurusYayasan Al-Inshaf Lenteng, 18 Januari 2016

Ruang Sekretariat Yayasan Al-Inshaf Lenteng, 18 Januari 2016

Kamis, 21 Januari 2016

Tanamkan Pendidikan Berbasis Karakter Terhadap Penolakan Narkoba, BNN Kab. Sumenep Adakan Sosialisasi Di Smpn 1 Dan Sman 1 Gapura

Sumenep- 21 Januari 2016, Ada yang beda di SMPN 1 Gapura saat Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep mw masuki forum sosialisasi yang terdiri dari tiga kelompok. per kelompok terdiri lebih dari 50 orang ini, Sebelumnya siswa membentuk barisan layaknya pagar betis, dan semua siswa menyalami pemateri dari BNN Kabupaten Sumenep, Tidak hanya itu, siswa-siswi juga sambil melantunkan solawat nariya.
Berbeda, SMAN 1 gapura memang tidak melakukan penyambutan terhadap kedatangan badan narkotika nasional kab. Sumenep, Namun siswa-siswi SMAN 1 Gapura sangat antosias dalam megikuti sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba khususnya di kalangan pelajar.
Sosialisasi tersebut juga di bagi menjadi tiga kelompok, di antaranya di letakkan di moshalla, ruang laboratorium ipa dan juga di ruangan leb. Siswa yang mengikuti sosialisasi memadati tempat yang di sediakan oleh SMAN 1 Gapura dan sosialisasi berlangsung khidmat, ada interaksi antara siswa dan pemateri yang di hadirkan dari BNN kabupaten sumenep.
Sesuai bidangnya H. Rahwini memaparkan beberapa hal yang yang berkaitan dengan Narkoba, Rahwini membedah narkoba itu apa.? Pertama Dari kata NAR. Narkoba, KO, Psikotropika. BA, Bahan adiktif, Dari turunan di atas mempunyai turunan bahaya yang cukup luar biasa.
“ jenis2 narkoba dan bahayanya, salahsatunya adalah ganja yang mengakibatkan merusak pikiran atau otak, termasuk pada golongan narkotika. sedangkan yang termasuk pada golongan psikotropika adalah sabu, extase, yang menyebabkan mental dan prilaku menjadi tidak normal, Sedangkan bahan adiktif adalah rokok, kopi, alkohol. yang menyebabkan ketergantungan.”
Selaku pemateri dari didang Rehabilitasi, H. Satrawi mentitik tekankan pada penanggulangan bahaya narkoba, “Perlu di lakukan pencegahan di mulai dari diri sndiri, dari sekarang, dan mengisi waktu lowong dengan kegiatan yang positif, memperbanyak aktifitas, dan meningkatkan imtaq,  dan tidak pernah lagi mw mengenal narkoba, dan ikrarkan pada diri agar menolak narkoba, Harus hati2 dalam berteman.”
Selain itu, ada beberapa poin yang di sampaikan oleh kepala badan narkotri nasinal kabupaten sumenep H. Bambang Sutrisno, “Jangan sampai mudah terpengaruh dengan ajakan atau rayuan teman, dan jangan sekali-kali mencoba narkoba karna sekali mencoba, selamaya akan merasakan ketergantungan.
Basu julukan kepala BNN Kab. Sumenep yang baru saja di lantik pada 29 September 2015 Menjelaskan beberapa bahaya penyalahgunaan narkoba, “Berdampak sangat luar biasa, salah satunya akan berdampak melakukan tindakan yang amoral, anarkis, dan kriminalitas, Selain itu narkoba juga berdampak memutus karir dan prestasi yang akan dan yang sedang di peroleh oleh setiap orang. kehilangan prestasi”




Rabu, 20 Januari 2016

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep Lakukan Sosialisasi Di Smpn 1 Dan Sman 1 Kecamatan Lenteng


Sumenep- Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep melaksanakan sosialisai pencegahan penyalahgunaan narkoba bersama SMAN 1 lenteng dan juga SMPN 1 lenteng, Pada Rabu 20 Januari 2016. Acara tersebut berlansung khidmad dan output dari di selenggarakannya acara itu sangat berdampak positif bagi pelajar sebagai generasi bangsa, Menanamkan karakter pendidikan dan juga  memberikan pemahaman pada siswa terhadap bahaya narkoba.
Pencegahan penyalahgunaan narkoba secara preventive di kalangan pelajar dan pemuda adalah bentuk penanganan yang di lakukan oleh BNN Kabupaten sumenep, untuk menyelamatkan generasi bangsa dari jeratan bahaya narkoba.
Menurut bambang sutrisno kepala BNN kabupaten sumenep, “Pencegahan secara preventive dilakukan dengan berbagai macam cara dan trobosan-trobosan yang sangat tepat pada sasaran, salah satunya kita melakukan kordinasi dan sosialisasi pada semua pihak utamanya lembaga pendidikan yang ada di kabupaten Sumenep, dan sekarang Rabu 20 Januari 2016 dilaksanakan sosialisasi di SMAN 1 dan SMPN 1 Kec. Lenteng”.


Sementara itu kepala sekolah SMAN 1 Kecamatan lenteng kabupaten sumenep, sangat berterimakasih kepada BNN kabupaten sumenep karna telah memberikan pemahaman dan pengertian kepada siswanya tentang Radikalisasi tauran antar pelajar, sex bebas, dan juga pemahaman terkait dengan bahaya penyalahgunaan narkoba,  penyalahgunnaan narkoba berbuah radikalisasi, sex bebas dan HIV AIDS.
Seperti yang di sampaikan oleh Rahwini Suwandi selaku Kasi Pencegahan BNN Kab. Sumenep pada paparan materinya, “Secara umum, penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, ketergantungan, perubahan perilaku, perasaan, persepsi, dan kesadaran. Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai, dan situasi atau kondisi