Jumat, 29 Januari 2016

BNN Sosialisasikan Bahaya Narkoba Di SMAN 1 Kalianget

Sumenep - Berdasarkan hasil survei BNN pada 2011 prevalensi penyalahguna narkoba adalah 2,2 persen atau setara dengan 4,2 juta orang. Ironisnya yang paling banyak menjadi pecandu narkoba adalah usia produktif antara usia 15 sampai 59 tahun.

Masalah ini sangat mengancam generasi muda sehingga perlu adanya penanganan serius dalam mengintaskan penyalahgunaan narkoba khususnya di kabupaten sumenep, juatamanya pada pejar.
Dalam hal ini BNN Kabupaten Sumenep sangat respek pada kondisi yang sangat mencekam pemuda saat hari ini, sehingga BNN melakukan tindakan tepat melaksanakan pencegahan di usia dini, menyelamatkan generasi bangsa dengan melakukan sosialisasi terhadap bahaya narkoba yang di langsungkan di SMAN 1 Kaleanget, Kamis 28/1/2016. Al hasil siswa dan siswi SMAN 1 Kaleanget mulai menyadari akan bahaya narkoba. dan mereka berIKRAR akan menjauhi narkoba dan akan berbakti kepada orang tua.
Betapa pentingnya generasi muda, layaknya semboyan yang di teriakkan oleh Bung Karno Bapak Proklamator Kemenerdekaan Republic Indonesia, pada saat tampilan di layar proyektor pemateri H. Rahwini Suwandi saat pembukaan penyampaian materinya. “ beri aku 1000 orang tua niscaya akan aku cabut gunung merapi dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan aku goncangkan dunia.”
Rahwini tegaskan “petapa pentingnya generasi muda, betapa berharganya generasi bangsa, betapa naifnya ketika generasi bangsa yang ada di depan saya ini menjadi korban penyalahgunan narkoba.” itulah rasa kepedulian yang di sampaikan oleh pemateri dari bidang peencegahan dan pemberdayaan masyarakat ini, karna di akuinya masa depan bangsa ada di tangan pemuda. Ujarnya.
Sementara itu Komandan BNN Kabupaten Sumenep Bambang Sutrisno memaparkan “Ancaman bahaya narkoba sudah di depan mata. Bahkan, bandar narkoba sudah menjadikan lembaga pendidikan seperti sekolah/madrasah dan kampus sebagai pusat peredarannya.
"Harusnya lembaga pendidikan steril dari narkoba, Karena dari sanalah lahir pemimpin dan orang-orang yang mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Namun yang terjadi saat ini banyak sekali pelajar dan mahasiswa justru menjadi budak dari barang haram narkoba," pungkas Basu.
Selain pengenalan terhadap narkoba dan himbauan terhadap bahaya narkoba juga di sampaikan oleh kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Sumenep H. Satrawi tentang wajib lapor bagi korban pecandu narkoba. “saya selaku Kasi Rehabilitasi menginginkan agar pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba sesegera mungkin melapor ke BNN Kabupaten Sumenep, identitas dari korban sepenuhnya akan di rahasiakan dan rehab secara gratis.”
Bahkan Satrawai menghimbau, “Tidak hanya bagi pecandu dan korban yang wajib lapor, melaikan juga kalau ada tetangganya yang terjangkit narkoba segera laporkan.! Karna banyak masyarakat yang belum paham terhadap rehabilitasi yang di lakukan BNN, masyarakat takut akan di tangkap. Lanjut Satrawi masyarakat yang melapor tidak akan kena pidana berbeda dengan yang tidak melpor dan tertangkap maka akan kena pidana.” Red.  

0 komentar:

Posting Komentar