PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOBA

Pejabat Forpimka Sumenep secara simbolis memulai pemusnahan Barang Bukti Narkoba dan Miras

PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2016

Wakil Bupati Kab. Sumenep memberangkatkan peserta jalan-jalan santai

PONPES LUBANGSA RAYA BEKALI SANTRI PENGETAHUAN BAHAYA NARKOBA

Pengurus dan Santri Ponpes Lubangsa Raya nyatakan Stop Narkoba

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Bluto Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi PPM BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Plt. Kepala Sekolah SMPN 2 Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Kepala Sekolah SMPN 3 Sumenep

CAMAT BLUTO BERSINERGI DENGAN BNNK SUMENEP

Jabat Erat antara Camat Bluto, Kepala BNNK Sumenep, Kapolsek Bluto, Danramil Bluto, Kepala Seksi PPM, dan Staf BNNK Sumenep

------------------------------------------------ end slider ------------------------------------------------------

Jumat, 26 Februari 2016

Koordinasi Penguatan Lembaga Rehabilitasi instansi Pemerintah

Seksi Rehabilitasi BNN Kabupaten Sumenep melakukuan  pemetaan lembaga rehabilitasi Instansi Pemerintah diantaranya : RSUD Dr. Moh Anwar, UPT Puskesmas Dasuk, UPT Puskesmas Batang-batang dan UPT Puskesmas Pragaan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan rehabilitasi,mengembangkan metode layanan rehabilitasi sesuai perkembang situasi kondisi penyalahguna narkotika danmeningkatkan kemampuan lembaga rehabilitasi agar mampu melaksanakan pelayanan sesuaistandart pelayanan di lingkungan kabupaten Sumenep.




Rabu, 24 Februari 2016

BNNK SUMENEP AJAK MASYARAKAT PERANGI BAHAYA NARKOBA DENGAN SOSIALISASI P4GN


Lenteng  – Badan Narkotika Nasional BNN Kabupaten Sumenep bersama Dinas Sosial Kab. Sumenep  bekerjasama dengan LSM. Pemantau Koropsi Se-Madura (LPKS) Adakan sosialisas P4GN pada beberapa pendidikan yang ada di kabupaten sumenep, Namun kali ini sosialisasi P4GN berlangsung pada kalangan kaum dewasa/orang tua, langkah ini di harapkan orang tua mampu memahami apa yang di maksud narkoba dan bahayanya, sehinnga orang tua dapat mencegah anaknya agar tidak terjangkit narkoba dan menjadi korban penyalahgunaan narkoba.
Sosialisasi P4GN tersebut di langsungkan di Pondok pesantren Ar-Rasyid yang ada di Desa Pore Kec. Lenteng Kab. Sumenep pada Rabu 24 februari 2016, Sosialisasi tersebut di sampaikan oleh BNNK, Polres Sat narkoba dan juga MUI.
Kasmito Ketua LSM. Pemantau Koropsi Se-Madura (LPKS) Menyampaikan dalam sambutannya “betapa pentingnya kita memahami pengetahuan tentang narkoba dan bahayanya, dan di harapkan sosialisasi ini dapat menekan angka penyalahgunaan terhadap narkoba. Dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar juga ikut serta dalam rangka memerangi bahaya narkoba.” Semangat LPKS.
Di samping itu Kabid rehabilitasi Dinas Sosial Zainurul Qomari pada paparannya mengungkapkan bahwa, Sosialisasi P4GN ini merupakan upaya pencegahan secara prefentive, selain itu beliau juga menyampaikan sambutan Kepala Dinas Sosial yang diwakilinya. “ Kepala Dinas Sosial mengharapkan ada lagi kampung yang di bentuk kampung anti narkoba oleh BNNK meskipun sebelumnya sudah terbentuk 4 Kampung bebas narkoba”. Hal ini tidak lain merupakan upaya untuk melakukan pencegahan pemberantasan peredaran gelap narkoba yang ada di setiap desa di Kabupaten Sumenep.” Zainurul Qomari mengakhiri sambutan Kepala Dinas Sosial.








Selasa, 23 Februari 2016

SOSIALISASI PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN PEREDARAN GELAP NARKOBA DI LPI. MAMBAUL-HIKMAH

Rubaru – seiring berkembang isu yang menasioanal terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba, badan narkotika nasional kabupaten sumenep tidak henti melakukan pencegahan dengan cara melakukan penempelan stiker stop narkoba dan juga sosialisasi P4GN pada beberapa pendidikan yang ada di kabupaten sumenep.

Salah satunya berlangsung hari ini sosialisasi tersebut berlangsung di MA Mambaul Hikmah pada selasa 23 februari 2016, sosialisasi tersebut di sampaikan oleh BNNK, Dinsos, Polres Sat narkoba dan juga MUI.
Bhusani Ketua Forum Komunikasi Pemuda Peduli Indonesia (FKPPI) Menyampaikan dalam sambutannya “betapa pentingnya kita memahami pengetahuan tentang narkoba dan bahayanya, dan di harapkan sosialisasi ini dapat menekan angka penyalahgunaan terhadap narkoba. Dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar juga ikut serta dalam rangka memerangi bahaya narkoba.” Semangat FKPPI
Di samping itu perwakilan dari Dinas Sosial Zainurul Qomari pada paparannya mengungkapkan bahwa, Sosialisasi P4GN ini merupakan upaya pencegahan secara prefentive, selain itu beliau juga menyampaikan sambutan Kepala Dinas Sosial yang diwakilinya. “ Kepala Dinas Sosial mengharapkan ada lagi kampung yang di bentuk kampung anti narkoba oleh BNNK meskipun sebelumnya sudah terbentuk 4 Kampung bebas narkoba”. Hal ini tidak lain merupakan upaya untuk melakukan pencegahan pemberantasan peredaran gelap narkoba yang ada di setiap desa di Kabupaten Sumenep.” Zainurul Qomari mengakhiri sambutan Kepala Dinas Sosial.
Selanjutnya, H. Rahwini Suwandi tidak hanya menyampaikan sambutan atas nama BNN Kabupaten Sumenep melainkan beliau juga jadi pemateri P4GN yang berlangsung di LPI MA. Mambaul hikmah. Sebelum beliau masuk pada penjelasan materinya, terlebih dahulu rahwini mengajak peserta sosialisasi untuk berdiri sejenak menyanyikan lagu Indonesia raya dan juga Mars BNN, Seluruh peserta dengan kompak dan semarak menyanyikan dua lagu tersebut.
Tidak hanya itu, Rahwini juga menjelaskan tugas dan fungsi BNN Kabupaten Sumenep sesuai permintaan dari Dinas Sosial agar peserta tau akan tugas dan fungsi BNNK. Hal ini adalah untuk memudahkan kerjasama pemetaan peran bersama beberapa elemen yang tergabung untuk membasmi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Sugiman selakuKepala Sekolah MA Mambaul Hikamah Desa Banasare Kec. Rubaru ini, Berharap dengan di adakan sosialisasi P4GN ini mampu memberikan pemahaman kepada siswa terhadap narkoba beserta bahayanya sehingga siswanya selamat dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Dirinya juga berharap siswa tidak hanya menyelamatkan dirinya dari bahaya narkoba akan tetapi juga mampu mengetuk tularkan pemahamannya kepada orang lain, Sehingga mampu juga menyelamatkan orang lain. Hasil dari sosialisasi P4GN ini bermanfaat bagi dirinya dan juga orang lain.





Senin, 22 Februari 2016

SMP NEGERI 5 SUMENEP BERSINERGI DENGAN BNN KABUPATEN SUMENEP DALAM P4GN

Sumenep - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep melangsungkan sosialisasi dan advokasi pencegahan pemberantasan penyalahguaan peredaran gelap  narkoba P4GN di SMPN 5 Sumenep pada hari Sabtu (20 Pebruari 2016).


 
Kegiatan ini di harapkan mampu  mendongkrak pemahaman siswa terhadap bahaya narkoba dan mampu menjadi temeng kepribadian siswa pada pembentukan karakternya. Seperti yang di sampaikan oleh kepala sekolah SMPN 5 Sumenp pada sambutannya saat membuka acara sosoalisasi P4GN.



“ Anak-anakku sekalian, Kami berharap dengan adanya Sosialisasi P4GN ini bisa menambah pengetahuan anak –anakku sekalian terhada narkoba dan bahayanya sehingga kalian biasa menjaga diri dan menjadi bekal saat ini dan pada saat dewasa nanti.” pada saat sebeluymnya siswa hanya mendapatkan pengetahuan tentang narkoba dari sisipan materi yang di sampaikan oleh guru masing-masing.

Saat sosialisasi berlangsung H. Rahwini Suwandi selaku pemateri P4GN dari BNN Kabupaten Sumenep yang menjabat sebagai Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat. Dirinya dirinya mengarahkan agar siswa – siswi SMPN 5 Sumenep bisa menjadi garda terdepan menjadi pengganti pemimpin yang pada saatnya nanti akan purna.

Rahwini menyatakan narkoba tidak hanya menyerang kaum elit akan tetapi juga orang-orang yang ekonominya di bawah rata-rata sehingga peredarannya sudah tidak pandang bulu termasuk peredaran gelap narkoba saat ini sudah masuk pada pelajar-pelajar, tidak hanya pelajar yang ada di kota besar akan tetapi juga pelajar yang ada di Kab. Sumenep  sehingga perlu adanya ke waspadaan terhadap masuknya peredaran gelap narkoba terhadap lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Sumenep.

Jumat, 19 Februari 2016

UPT. SMPN 1 DASUK DAN UPT. SMPN 1 MANDING ADAKAN SOSIALISASI P4GN

SUMENEP -  Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep terus menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda bangsa yang dalam hal ini ditujukan pada pelajar.

Kamis 18 Pebruari 2016 Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep melaksanakan sosialisasi P4GN kepada UPT. SMPN 1 Kecamatan Dasuk dan UPT. SMPN 1 Manding. Tindakan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka pencegahan pemberantasan peredaran gelap narkoba P4GN di kalangan pelajar.
Kecamatan Dasuk dan Kecamatan Manding merupakan kecamatan yang rawan akan bahaya narkoba sehingga dikira dan di rasa perlu untuk di lakukan pencegahan agar bahaya penyalahgunaan narkoba ini tidak merambat pada generasi yang akan datang yakni generasi muda. Pencegahan tersebut di lakukan dengan di adakan sosialisasi di lembaga-lembaga pendidikan yang ada seperti yang berlangsung saat ini pada 18 februari 2016 di SMPN 1 Kecamatan Dasuk dan Kecamatan Manding.

Sosialisasi tersebut di ikuti oleh jajaran dewan guru dan juga sebagian siswa OSIS yang di anggap punya sedikit punya potensi untuk di jadikan patron sekolah dalam rangka penolakan terhadan bahaya penyalahgunaan narkoba khususnya di SMPN 1 Dasuk dan Manding ini.
Imam wahyudi selaku kepala sekolah menyebutkan bahawa “ kami sengaja mengikutsertakan guru dan juga sebagian siswa yang di anggap sedikitnya punya potensi dalam diri guru dan juga siswa –siswi kami”
Dirinya sengaja mengtus perwakilan guru dan juga sebagian siswa, “ kami mengutus guru agar guru tersebut bisa memberikan pendidikan tambahan kepada siswanya agar terbebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba, Sedang siswa yang kami ikutkan adalah untuk menjadi patron siswa yang lainnya dalam rangka menolak masuknya bahaya penyalahgunaan narkoba  pada sekolah. Tambah Imam.
Serasi dengan materi yang di sampaikan oleh kasi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat H. Rahwini swandi tentang beberapa cara melakukan pencegahan tehadap penyalahgunaan narkoba salah satunya adalah melakukan pencegahan dengan Sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba P4GN.

Rahwini juga menjelaskan pada audien sosialisasi beberapa jenis NAPZA dan juga bahayanya salah satunya, Sabu dan juga pil koplo yang sudah populer di kalangan masyarakat dan kali ini sudah merasuki sedikitnya pelajar, dan bahkan sudah masuk pada lembaga pendidikan, Bahaya narkoba ini kata Rahwini selain menciptakan ketergantungan, sakau,  juga bisa merengut nyawa.” Perangi bahaya narkoba jangan sampai merusak generasi kita, selamatkan saudara kita dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Berbeda dengan penyampaian pemateri kedua dari BNN Kabupaten Sumenep H. Syatarawi Joyo S.  selaku Kasi Rehabilitasi dirinya mentitik tekankan penyampaian materinya peda penanganan terhadap korban penyalahgunaan narkoba, dirinya menganggap bahwa pecandu merupakan korban dari penyalahgunaan narkoba sehinnga perlu di lakukan rehabilitasi, baik rehabilitasi secara medis atau non medis (Rehab Sosial).


Di Samping itu harapan dari kepala BNN kabupaten Sumenep H. bambang sutrisno, SE.MM berharap agar dalam sosialisasi kali ini karna tidak hanya siswa tapi juga dari sebagian guru juga ikut serta menjadi sasaran sosialisasi yang di laksanakan oleh BNNK yang di laksanakan di SMPN 1 Dasuk dan SMPN 1 Manding. Bambang berharap “guru juga ikut andil dalam mengamankan siswanya tidak terjangkit bahaya narkoba dan juga menjadi pelopor generasi tua untuk mensosialisasikan bahaya narkoba di baik dalam dan di luar sekolah.
Bambang selaku pemateri khusus untuk menyampaikan materi kepada jajaran dewan guru juga menghimbau agar tidak terjadi hal-hal yang lebih jauh lagi terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, “ jika ada seseorang yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba sesegera mungkin melaporkan pada BNNK untuk di lakukan penyembuhan dengan di lakukan rehabilitasi baik medis ataupun sosia”.
“Kalau ada pecandu yang tidak melapor dan tertangkap akan di kenakan kurungan minimal 4 tahun penjara dan baru bisa di lakukan rehabilitasi setelah selesai kurungan, jadi sebelum tertangkap segeralah melapor ke BNNK untuk di lakukan rehabilitasi.” Pungkas Bambang.

Kamis, 18 Februari 2016

BNN Kabupaten Sumenep Perangi Narkoba dengan Stiker “Stop Narkoba” Bersama Duta Anti Narkoba

KOTA SUMENEP –

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep melaksanakan Upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN) dengan menempelkan stiker “Stop Narkoba” di sejumlah tempat, pertama penempelan stiker di langsungkan di terminal Arya Wiraraja pemasangan stiker itu di pasang pada angkutan umum. Seperti Bus antar kota, Angkot antar kecamatan, Mubil pribadi serta becak. Setelah penempelan stiker di terminal selesai di lajut penempelan ke beberapa SPBU yang ada di kabupaten sumenep, terakhir dilakukan penempelan pada Swalayan ternama Kabupaten Sumenep pada Rabu (17 februari 2016).
Kegiatan ini langsung dipimpin oleh Kepala BNN Kabupaten Sumenep H. Bambang Sutrisno. SE, MM didampingi oleh Duta anti narkoba beserta Kasi Pencegahan dan Kasi Rehabilitasi dan para pejabat dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep.
Bambang Sutrisno selaku kepala BNNK Sumenep berharap “Pemasangan stiker ini dapat memberikan informasi ke masyarakat sehingga masyarakat dapat melihat, membaca, memaknai dan bermanfaat bagi mereka sendiri sehingga menjadi sebuah daya tolak atau daya tangkal terhadap narkoba”.
Bambang menambahkan “Sebagai salah satu upaya dalam pencegahan bahaya narkoba dengan mengingatkan kepada masyarakat bahwa narkoba itu sangat berbahaya”.
Selain itu juga berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN mari kita selamatkan masa depan Sumenep dengan tidak menggunakan narkoba. pungkas Bambang.
Salah satu Supir angkutan umum Bus Akas antar Kota dalam provinsi Syaifudin, dirinya mengaku sangat senang dengan adanya penempelan stiker STOP NARKOBA karna dirinya merasa tenang dang aman, karna tidak akan pernah ada penumpang yang membawa atau menggunakan narkoba pada angkutan miliknya. “kan sudah di tempeli stiker STOP NARKOBA Mas, jadi gak akan ada yang berani macam-macam bawa narkoba dan konsumsi narkoba di angkutan saya ini, selain itu dapat di lihat oleh pengendara yang lain, karna ukuran stikernya cukup lumayan bersar dan di tempelkan di kaca belakang dan kaca depan bagian dalam” Tuturnya.

  Duta Anti Narkoba SMAN 2 Sumenep Menempelkan Stiker STOP ANTI NARKOBA pada Angkot 

Duta Anti Narkoba SMAN 2 Sumenep Menempelkan Stiker STOP ANTI NARKOBA pada Bus

Penempelan Stiker STOP ANTI NARKOBA pada Indomart

Penempelan Stiker STOP ANTI NARKOBA pada POM Bensin

Penempelan Stiker STOP ANTI NARKOBA pada POM Bensin











Rabu, 03 Februari 2016

Upayakan Sekolah Bebas Narkoba, SMPN 3 Sosialisasikan P4GN Bersama BNNK

Sumenep – 3 februari 2016. Sekolah Menengah Pertama Negri 3 kabupaten Sumenep, adakan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). upaya ini di lakukan untuk menjaga karakter bangsa, agar karakter bangsa tetap terjaga dan tidak terkontaminasi oleh apapun. di samping itu, Narkotika Psikotropika Dan Zat Adiktif NAPZA kini sudah mulai menggerogoti pelajar-pelajar Indonesia.
Perlu juga di waspadai khususnya pelajar-pelajar yang ada di Kabupaten Sumenep, Pada dasarnya NAPZA tidak hanya beredar di kota-kota besar akan tetapi NAPZA atau yang kita kenal dengan sebutan NARKOBA beredar di kota kecil seperti kota Sumene. tidak hanya itu, Narkoba sudah mulai merasuki pelajar, Sehingga perlu adanya Pencegahan Dan Pemberantasan Peredadaran Penyalahgunaan Narkoba di lingkongan sekolah, dan ciptakan sekolah bebas narkoba.
Kepala sekolah SMPN 3 Sumenep melalui Wakil Kepala Bidang Kesiswaan berharap agar SMPN 3 Sumenep menjadi sekolah yang bebas dan terbebas dari jeratan narkoba, bahkan tidak satupun ada siswanya yang terjangkit persolan narkoba, “Saya mengharap sekolah ini bias menjadi sekolah yang bebas narkoba dan tak satupun siswa di temukan menggunakan narkoba baik di sekolah ataupun di luar sekolah”.
Sementara itu, kepala BNN Kabupaten Sumenep H. Bambang Sutrisno, “Basu” paggilan versi BNN. Beliau memaparkan bebrapa hal terkait dengan kebijakan penanggulangaan penyalahgunaan naarkoba, beliau juga selaku narasumber pada kegiatan sosialisasi P4GN tersebut. “Korban penyalahgunaan narkobaa akan di lakukan rehabilitasi oleh BNN dan tidak di kenakaan biaya, bahkan jika ada keluarga atau tetangga yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, sesegera mungkin melapor ke BNN untuk di lakukan rehab, baik rehab medis ataupun rehab social dan identitas korban atau pelapor sepenuhnya akan di rahasiakan.”



Senin, 01 Februari 2016

Sosialisasi Anti Narkoba SMPN 1 Sumenep Bersama BNN Kabupaten Sumenep “Ceria Tanpa Narkoba”

Sumenep  – SMPN 1 Sumenep langsungkan sosialisasi anti narkoba yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep. Yang bertempat di aula SMPN 1 Sumenep pada  Senin, ( 1/2/2016 ).
Dalam sosialisasi tersebut penekanannya pada pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini, diakui Generasi muda adalah generasi emas, generasi bangsa yang harus kita jaga dan harus kita lindungi, tonggak dari keberlangsungan dan keberhasilan  Negara Kesatuan  Republik Indonesia NKRI. Sepenuhnya ada di tangan pemuda sebagai generasi bangsa, karena pemuda memegang peranan penting dalam keberlangsungan Negara ini.
Kepala Sekolah SMPN 1 Sumenep Moh. Arif melalui Asistennya, Haris Tamyis waktu menyampaikan sambutannya.  “Setelah mengikuti kegiatan ini saya harapkan mampu mengimbaskan pada siswa- siswi yang lain agar siswa dan siswi yang lain mendapatkan ilmu terhadap pengaruh dan bahaya narkoba.”
“Kami berharap Siswa-Siswi SMPN 1 Sumenep terbebas dari bahaya dan penyalahgunaan narkoba karena bahaya narkoba kini sudah mulai merasuki pada lembaga-lembaga pendidikan yang ada, dan yang menjadi sasaran utama adalah pelajar. Jadi, ciptakan hidup sehat, bersih, bebas dari narkoba, dan penuhi hidupmu dengan prestasi.” Tambah Tamyis
Setelah sekian banyak pemuda menjadi korban penyalahgunaan narkoba utamanya pelajar, Rahwini Suwandi SE. MH. selaku Kasi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Pada penyampaian materinya beliau memaparkan bagaimana cara menghindari bahaya narkoba dan menanggulangi bahaya narkoba, selain  menjaga pergaulan, beliau juga menyampaikan bahwa jangan mudah terpengaruh pada obat-obatan yang baru di kenal dan teman yang baru di kenali.
Di samping itu Rahwni juga memaparkan agar sekolah berperan aktif dalam pencegahan P4GN. Dalam hal ini yang sangat dititik tekankan adalah pengurus OSIS, Pada tindak lanjutnya Narasumber menyarankan agar membentuk Satgas dalam rangka penolakan terhadap bahaya narkoba dan menciptakan sekolah bebas narkoba.”
Harapan besar kasi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat ini Rahwini Suwandi, berharap agar “Siswa dan siswi SMPN 1 Sumenep bisa menjadi orang-orang besar dan mampu membanggakan orang-orang yang ada di sekitarnya dengan torehan prestasi, termasuk kedua orang tua dan juga sanak famili keluarganya”. Mengakhiri penyampaian materinya.




BNN Kabupaten Sumenep Lakukan Sosialisasi P4GN Dan Penyuluhan Sadar Hukum Bersama KEMENKUMHAM


Sumenep - Menghadapi Asean Economic Community atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2015. Indonesia perlu menyiapkan generasi yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
MEA mempunyai dampak positif dan negative terhadap keberlangsungan Negara ini, utamanya di bidang perekonomian, persaingan pada bursa tenaga kerja akan semakin ketat. Oleh karena itu dibutuhkan generasi muda dan tenaga kerja yang terampil, sehat, cerdas untuk dapat bersaing menghadapi MEA tersebut.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep bekerjasama dengan Kemenkumham pada kamis, 28/1/16 adakan sosialisasi anti narkoba dan juga penyuluhan sadar hukum yang bertempat di SMA PGRI, SMA Negri 2 Sumene, dan SMA Negri Muhammadiyah Sumenep.
Acar tersebut berlangsung bersamaan, dengan fasilitator/pemateri yang di datangkan dari BNN Kabupaten sumenep, pemateri di SMAN Muhammadiayah di isi oleh Komandan BNN kabupaten Sumenep H. Bambang Sutrisno.
Dalam penyampaiannya, Basu memaparkan, Masyarakat utamanya pelajar perlu mewaspadai segala potensi yang dapat berimbas pada kondisi sosial masyarakat, Dalam MEA, sambung Basu, selalu ada potensi bagi nilai-nilai asing untuk tumbuh dan berasimilasi dengan nilai-nilai local local Indonesia umumnya Madura dan khusnya Sumenep.
Namun, Basu mengatakan, jangan sampai momentum ini dimanfaatkan oleh para bandar narkoba untuk memasarkan produk ilegal mereka di Indonesia. "Jangan jadikan MEA sebagai moment bagi para bandar untuk masuk ke Indonesia. Tidak ada tempat buat narkoba di Indonesia," katanya.
Berbeda penyampaian dengan pemateri di SMA PGRI sumenep yang di isi oleh kasi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat H. Rahwini Suwandi. Generasi muda harus mempersiapkan diri dengan baik menghadapi MEA. Selain menguasai IPTEK, generasi muda juga wajib menghindari penyalahgunaan narkoba.
Rahbini menambahkan agar siswa bisa berkreasi dan berinofasi memberikan nilai tambah pada suatu barang atau prodak. "seperti singkong, karna di kabupaten sumenep singkong merupakan bahan baku yang mudah di dapat, selain mudah di dapat singkong masih di olah ala tradisional" hal tersebut dapat mempengaruhi rendah dan tingginya nilai tambah, masyrakat ekonomi asian menuntut masyarakatnya harus mampu bersaing, secara kreatif, cerdas, kompititip.
Sesuai bidangnya, kasi Rehabilitasi H. satrawi pada saat mengisi materi di SMA Negri 2 Sumenep pada kamis, 28/1/2016. Tidak hanya  memaparkan terkait persaingan antar Negara dalam menghadapi MEA termasuk di antaranya persaingan di pasar bebas, Masyarakat ekonomi asean adalah masyarakat yang sudah berintegrasi antara satu dengan yang lain.
Satrawi juga menghimbau agar di MEA ini masyarakat, untamya siswa SMA Negri 2 Sumenep, terhindar dari penyalahgunaan narkoba, dan menjadi korban penyalahgunaan narkoba. karna bahaya narkoba sangat mengancam nyawa. bahkan menimbulkan efek ketergantungan.
“Bagi siapa saja yang terjangkit masalah narkoba segera melaporkan ke BNN Kabupaten Sumenep untuk di lakukan Rehabilitasi, baik rehab Medis ataupun rehap Sosial” jika tidak melapor maka akan dipidana. Selain itu yang akan mendapatkan perlakuan pidana adalah Bandar dan pengedar, di akui Bandar dan pengidar merupakan penyebab utama adanya korban penyalahgunaan narkoba. kata Satrawi