Jumat, 19 Februari 2016

UPT. SMPN 1 DASUK DAN UPT. SMPN 1 MANDING ADAKAN SOSIALISASI P4GN

SUMENEP -  Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep terus menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda bangsa yang dalam hal ini ditujukan pada pelajar.


Kamis 18 Pebruari 2016 Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep melaksanakan sosialisasi P4GN kepada UPT. SMPN 1 Kecamatan Dasuk dan UPT. SMPN 1 Manding. Tindakan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka pencegahan pemberantasan peredaran gelap narkoba P4GN di kalangan pelajar.
Kecamatan Dasuk dan Kecamatan Manding merupakan kecamatan yang rawan akan bahaya narkoba sehingga dikira dan di rasa perlu untuk di lakukan pencegahan agar bahaya penyalahgunaan narkoba ini tidak merambat pada generasi yang akan datang yakni generasi muda. Pencegahan tersebut di lakukan dengan di adakan sosialisasi di lembaga-lembaga pendidikan yang ada seperti yang berlangsung saat ini pada 18 februari 2016 di SMPN 1 Kecamatan Dasuk dan Kecamatan Manding.

Sosialisasi tersebut di ikuti oleh jajaran dewan guru dan juga sebagian siswa OSIS yang di anggap punya sedikit punya potensi untuk di jadikan patron sekolah dalam rangka penolakan terhadan bahaya penyalahgunaan narkoba khususnya di SMPN 1 Dasuk dan Manding ini.
Imam wahyudi selaku kepala sekolah menyebutkan bahawa “ kami sengaja mengikutsertakan guru dan juga sebagian siswa yang di anggap sedikitnya punya potensi dalam diri guru dan juga siswa –siswi kami”
Dirinya sengaja mengtus perwakilan guru dan juga sebagian siswa, “ kami mengutus guru agar guru tersebut bisa memberikan pendidikan tambahan kepada siswanya agar terbebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba, Sedang siswa yang kami ikutkan adalah untuk menjadi patron siswa yang lainnya dalam rangka menolak masuknya bahaya penyalahgunaan narkoba  pada sekolah. Tambah Imam.
Serasi dengan materi yang di sampaikan oleh kasi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat H. Rahwini swandi tentang beberapa cara melakukan pencegahan tehadap penyalahgunaan narkoba salah satunya adalah melakukan pencegahan dengan Sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba P4GN.

Rahwini juga menjelaskan pada audien sosialisasi beberapa jenis NAPZA dan juga bahayanya salah satunya, Sabu dan juga pil koplo yang sudah populer di kalangan masyarakat dan kali ini sudah merasuki sedikitnya pelajar, dan bahkan sudah masuk pada lembaga pendidikan, Bahaya narkoba ini kata Rahwini selain menciptakan ketergantungan, sakau,  juga bisa merengut nyawa.” Perangi bahaya narkoba jangan sampai merusak generasi kita, selamatkan saudara kita dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Berbeda dengan penyampaian pemateri kedua dari BNN Kabupaten Sumenep H. Syatarawi Joyo S.  selaku Kasi Rehabilitasi dirinya mentitik tekankan penyampaian materinya peda penanganan terhadap korban penyalahgunaan narkoba, dirinya menganggap bahwa pecandu merupakan korban dari penyalahgunaan narkoba sehinnga perlu di lakukan rehabilitasi, baik rehabilitasi secara medis atau non medis (Rehab Sosial).


Di Samping itu harapan dari kepala BNN kabupaten Sumenep H. bambang sutrisno, SE.MM berharap agar dalam sosialisasi kali ini karna tidak hanya siswa tapi juga dari sebagian guru juga ikut serta menjadi sasaran sosialisasi yang di laksanakan oleh BNNK yang di laksanakan di SMPN 1 Dasuk dan SMPN 1 Manding. Bambang berharap “guru juga ikut andil dalam mengamankan siswanya tidak terjangkit bahaya narkoba dan juga menjadi pelopor generasi tua untuk mensosialisasikan bahaya narkoba di baik dalam dan di luar sekolah.
Bambang selaku pemateri khusus untuk menyampaikan materi kepada jajaran dewan guru juga menghimbau agar tidak terjadi hal-hal yang lebih jauh lagi terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, “ jika ada seseorang yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba sesegera mungkin melaporkan pada BNNK untuk di lakukan penyembuhan dengan di lakukan rehabilitasi baik medis ataupun sosia”.
“Kalau ada pecandu yang tidak melapor dan tertangkap akan di kenakan kurungan minimal 4 tahun penjara dan baru bisa di lakukan rehabilitasi setelah selesai kurungan, jadi sebelum tertangkap segeralah melapor ke BNNK untuk di lakukan rehabilitasi.” Pungkas Bambang.

0 komentar:

Posting Komentar