PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOBA

Pejabat Forpimka Sumenep secara simbolis memulai pemusnahan Barang Bukti Narkoba dan Miras

PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2016

Wakil Bupati Kab. Sumenep memberangkatkan peserta jalan-jalan santai

PONPES LUBANGSA RAYA BEKALI SANTRI PENGETAHUAN BAHAYA NARKOBA

Pengurus dan Santri Ponpes Lubangsa Raya nyatakan Stop Narkoba

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Bluto Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi PPM BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Plt. Kepala Sekolah SMPN 2 Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Kepala Sekolah SMPN 3 Sumenep

CAMAT BLUTO BERSINERGI DENGAN BNNK SUMENEP

Jabat Erat antara Camat Bluto, Kepala BNNK Sumenep, Kapolsek Bluto, Danramil Bluto, Kepala Seksi PPM, dan Staf BNNK Sumenep

------------------------------------------------ end slider ------------------------------------------------------

Kamis, 31 Maret 2016

Mempersiapkan Sekolah Bebas Narkoba MTsN Tarate Sumenep mendapat Penyuluhan P4GN

Sumenep – 23 Maret 2016 Dalam rangka menggapai predikat Sekolah Bersih Narkoba Tingkat Jawa Timur BNN Kabupaten Sumenep berikan penyuluhan bahaya narkoba pada siswa dan Pelaksanaan Integrasi Kurikulum P4GN pada guru di lingkngan MTsN Tarate Sumenep.
Materi Bahaya narkoba dipaparkan oleh Kasi pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat H. Rahwini Suwandi dan  Materi Wajib Lapor dan Rehabilitasi disampaikan oleh Kasi Rehabilitasi H. Satrawi Joyo S.
Di tempat terpisah Kepala Badan Narkotika Nasional BNN Kabupaten Sumenep H. Bambang Sutrisno, menyampaikan materi P4GN yang dapat dilaksanakan sekolah utamanya Integrasi Kurikulum P4GN pada jajaran dewan guru yang di tempatkan di ruang guru tepat samping ruangan kepala sekolah MTSN Tarate.
“Sangat di perlukan peran aktif dari jajaran dewan guru untuk ikut serta mengontrol kegiatan anak didik (Siswa) di lingkungan pendidikan agar siswa tersebut terbebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Ajak Bambang. 
Lanjut Basu, Sapaan akrap kepala BNNK Sumenep Bambang Sutrisno menambahkan. “Hal ini menunjukkan bahwa guru memiliki perhatian khusus kepada anak didiknya, dan tidak membiarkan siswa bertindak semaunya sendiri. Akan tetapi walaupun ketatnya kontrol dari guru, guru tetap harus berdialog dengan siswa dan menerima keberatan-keberatan yang disampaikan siswa.”

Ciptakan Sekolah Bebas Narkoba BNN Kabupaten Sumenep Berikan Penyuluhan Anti Narkoba di MAN Sumenep

Sumenep – 22 Maret 2016 Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep lakukan Penyuluhan bahaya narkoba pada pelajar Madaraswah Aliyah Negeri Sumenep. Penyuluhan tersebut merupaaka upaya untuk menciptakan sekolah bebas narkoba khususnya di Kabupaten Sumenep upaya ini di lakukan untuk menjaga karakter bangsa, agar karakter bangsa tetap terjaga dan tidak terkontaminasi oleh apapun. di samping itu, Narkotika Psikotropika Dan Zat Adiktif Napza kini sudah mulai menggerogoti pelajar-pelajar Indonesia.
Perlu juga di waspadai khususnya pelajar-pelajar yang ada di Kabupaten Sumenep, Pada dasarnya NAPZA tidak hanya beredar di kota-kota besar akan tetapi NAPZA atau yang kita kenal dengan sebutan NARKOBA beredar di kota kecil seperti kota Sumene. tidak hanya itu, Narkoba sudah mulai merasuki pelajar, Sehingga perlu adanya Pencegahan Dan Pemberantasan Peredadaran Penyalahgunaan Narkoba di lingkongan sekolah, dan ciptakan sekolah bebas narkoba.
Kepala sekolah MAN Sumenep berharap agar MAN Sumenep menjadi sekolah yang bebas dan terbebas dari jeratan narkoba, bahkan tidak satupun ada siswanya yang terjangkit persolan narkoba, “Saya mengharap sekolah ini bisa menjadi sekolah yang bebas narkoba dan tak satupun siswa di temukan menggunakan narkoba baik di sekolah ataupun di luar sekolah”.
Di samping itu H. Rahwini Suwandi selaku Kasi Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep, Menyebutkan BNNK Sumenep mempunyai tiga tugas utama  di antaranya, satu pencegahan, mempunyai fungsi mencegah terjadinya penyalahgunaan ataupun peredaran gelap narkoba di lingkungan pelajar dan juga masyarakat. Yang ke dua pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan masyarakat ini memberdayakan pelajar atau masyarakat yang sudah menjadi korban penyalahgunaan


Rabu, 30 Maret 2016

SELAMATKAN PELAJAR DARI BAHAYA NARKOBA DENGAN SOSIALISASI DAN ADVOKASI P4GN


Giliyang – Sabtu, 19 Maret 2016 - SATGAS Anti Narkoba PC. IPNU-IPPNU Kab. Sumenep adakan sosialisas P4GN pada Siswa dan siswi Osis  SMA-NU dan Osis MTs Nurul Hajar desa Banra’as pulau Giliyang Kecamatan Dungkek kabupaten Sumenep. Langkah ini di harapkan agar penyalahgunaan peredaran gelap narkoba tidak masuk pada lembaga-lembaga pendidikan yang ada di kepulauan, sebab di kepulauan merupakan tempat yang sangat strategis untuk melakukan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba, karna jarangnya pengawasan dari pihak keamanan maupun pemerintah.
Ketua yayasan LPI. Nurul Hajar Kiai Hasyim Mengungkapkan dalam sambutannya “ kepulauan adalah daerah yang rawan Narkoba, sehingga perlu adanya control dan juga peran aktif dari kita semua untuk memerangi masuknya bahaya penyalahgunaan narkoba di kepulauan khususnya pulau Giliyang”
Lanjut Kiai hasyim dirinya seringkali menemukan remaja di kampung halamannya itu menggunakan pil Koplo dan juga salah satunya obat batuk KOMIK dengan dosis yang cukup tinggi. Kenakalan remaja itu menurutnya merupakan pengaruh pergaulan bebas dari orang-orang yang pulang dari perantauan.
Setelah sambutan ketua yayasan Nurul-Hajar dilanjut penyampaian materi P4GN atau yang sering kita kenal bahaya penyalahgunaan narkoba. oleh M. Luthfi selaku perwakilan dari BNN Kabupaten Sumenep.
Sementara itu petugas dari BNNK itu menjelaskan narkoba, jenis narkoba dan juga bahaya narkoba serta Ancaman bahaya narkoba pada pelajar-pelajar utamanya yang ada di kepulauan. Menurutnya, Bandar narkoba sudah menjadikan lembaga pendidikan seperti sekolah/madrasah dan kampus sebagai pusat peredarannya.
Sambung luthfi di sela-sela penyampaian materinya mengajak siswa agar terbebas dari narkoba memerangi narkoba dan menciptakan sekolah bersih bebas narkoba. menurutnya "Saat ini lembaga pendidikan steril dari narkoba, karena dari sanalah lahir pemimpin dan orang-orang yang mampu membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar.
Selain itu di informasikan pada siswa. “ Korban penyalahguna narkoba  “Wajib Lapor” Tidak hanya bagi pecandu dan korban yang wajib lapor, melaikan juga kalau ada tetangganya yang terjangkit narkoba segera laporkan.! Karna banyak masyarakat yang belum paham terhadap rehabilitasi yang di lakukan BNN, masyarakat takut akan di tangkap. masyarakat yang melapor tidak akan kena pidana berbeda dengan yang tidak melapor dan tertangkap maka akan kena pidana.”  





Rabu, 23 Maret 2016

SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA DI KALANGAN PELAJAR SMPN 2 SUMENEP

Kota – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep menyampaikan sosialisasi bahaya narkoba pada pejar SMPN 2 Kabupaten Sumenep pada Sabtu 19 Maret 2016. kegiatan tersebut  merupakan salah satu pola pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Penyalahgunaan peredaran gelap nakoba sudah mulai menggerogoti pelajar, baik pelajar SMP/SMA/Sederajat sudah banyak yang tertangkap menjadi korban penyalahgunaan narkoba. hal ini merusak generasi muda sehingga perlu adanya penanganan serius dalam memberantas penyalahgunaan peredaran gelap dan bahaya narkoba yang saat ini sudah mulai merasuki para pelajar, khususnya pelajar yang ada di Kabupaten Sumenep agar terbebaskan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Langkah tegas BNN Kabupaten Sumenep melakukan tindakan tepat melaksanakan pencegahan di usia dini, menyelamatkan generasi bangsa dengan melakukan sosialisasi bahaya narkoba yang di langsungkan di SMPN 2 Sumenep, kegiatan ini bertujuan agar siswa dan siswi khususnya SMPN 2 Sumenep menyadari akan bahaya narkoba.
Betapa pentingnya generasi muda, layaknya semboyan yang di teriakkan oleh Bung Karno Bapak Proklamator Kemenerdekaan Republic Indonesia, pada saat tampilan di layar proyektor pemateri H. Rahwini Suwandi saat pembukaan penyampaian materinya. “ beri aku 1000 orang tua niscaya akan aku cabut gunung merapi dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan aku goncangkan dunia.”
Lanjut penyampaian materi NAPZA, oleh Kasi Pencegahan ini Rahwini Suwandi. Beliau menegaskan bahwa “Narkoba dapat merusak tubuh juga mintal kita dan yang paling parah dapat merunggut nyawa kita kalau sampai terjerumus pada bahayanya. ujarnya
Sementara kepala BNN Kabupaten Sumenep menjelaskan tentang narkoba dan bahayanya Sekaligus memberikan motivasi pada siswa. “petapa pentingnya generasi muda, betapa berharganya generasi bangsa, jangan sampai bahaya narkoba berkeliaran di sekitar kit.dan jangan sampai orang yang ada di depan saya ini menjadi korban penyalahgunan narkoba.” Sedikit motivasi yang di sampaikan kepala BNNK Sumenep saat mengakhiri penyampaian materinya agar siswa tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

BAHAYA NARKOBA DISOSIALISASIKAN KE PONPES AN-NUQOYAH LUBANGSA GULUK-GULUK

Guluk-Guluk – Merupakan kecamatan berbasis pesantren, prodag yang di hasilkan dari pondok pesantren yang ada di barat kota ini mempu menghasilkan prodag unggulan dan bahkan banyak yang menjadi orang-orang penting, Salah satunya menjadi tokoh Ulama’, Akademisi, Politisi, Pengusaha, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Pondok pesantren yang seringkali menghasilkan prodag unggulan ini di rasa sangat penting untuk kita lestarikan dan kita jaga bersama, Untuk itu badan narkotika nasional kabupaten sumenep juga ikut andil dalam menjaga simbol yang ada di pondok  pesantren yang ada di barat kota ini dengan cara melakukan sosialisasi bahaya narkoba pada santriwan dan santriwati.
Sosialisasi tersebut di maksudkan agar santri juga paham terhadap narkoba dan juga bahayanya, walaupun santri-santri yang ada di pondok pesantren Annuqoyah lubangsa ini sudah mapan pengetahuan tentan keagamaan, namun disini perlu juga di berikan pemahaman terhadapnya berkaitan dengan bahaya narkoba, Sehingga santri PON-PES Annuqoyah lubangsa ini menjadi prodag unggulan yang penuh dengan prestasi dan terbebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Ancaman bahaya narkoba sudah di depan mata. Bahkan, bandar narkoba sudah menjadikan lembaga pendidikan seperti sekolah/madrasah bahkan pesantren menjadi sasaran peredaran gelap narkoba, tujuannya adalah untuk merusak generasi emas bangsa ini”. Ungkap Rahwini Suwandi selaku Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep.



SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA PADA DARMA WANITA BPPT KABUPATEN SUMENEP

Kota-  Megingat maraknya peredaran gelap bahaya narkoba di lingkungan rumah tangga, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep melakukan sosialisasi bahaya narkoba pada ibu-ibu rumah tangga di lingkungan pemerintah, Sosialisasi bahaya narkoba itu di langsungkan di BPPT kabupaten sumenep pada Selasa 15 maret 2016.
Bentuk materi yang di sampaikan saat sosialisasi bahaya narkoba itu merupakan materi tentang narkoba beserta bahayanya dan juga tindak pidana yang berkaitan dengan narkoba seperti yang tertian dalam undang-undang Nomor. 35 tahun 2009 yang menjelaskan tentang tindak pidana narkob. penjelasannya terperinci satu persatu mulai dari jenis-jenis narkoba, bahaya narkoba, dan juga korban wajib rehap, baik rehap medis ataupun rehap sosial.
Kepala BNN Kabupaten Sumenep H. Bambang Sutrisno yang kerap akrab di sapa BASU ini, Memberikan pemahaman terhadap ibu-ibu Darma Wanita terkait nakoba beserta bahayanya dan juga pencegahannya, Dirinya menganggap bahwa peran seorang ibu tidak hanya menjadi ibu rumah tangga yang baik melainkan juga mampu  menjadi penyelamat anaknya dari penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga.
Di samping itu, BASU juga mengajak seluruh elemen masyarakat utamanya ibu-ibu Darma Wanita untuk ikut serta berperan aktif dalam melaksanakan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN) di lingkungan keluarga mereka masing-masing agar keluarga mereka terbebas dari bahaya narkoba utamanya anak-anak mereka.
BASU menghmbau agar “jika ada keluarga atau sanak family yang terlanjur menjadi korban penyalahgunaan narkoba, sesegera mungkin melapor pada BNNK untuk di lakukan Rehabilitasi, baik rehab medis atau rehap sosial. Identitas pelapor dan korban sepenuhnya akan di rahasiakan dan tanpa biaya”. Seperti yang di atur dalam undang undang Nomor 35 tahun 2009.
Hasil dari sosialisasi bahaya narkoba itu di ungkapkan oleh salah satu audien dari ibu-ibu darma wanita BPPT Kabupaten Sumenep, bahwa dirinya sangat berterimakasih pada BNN Kabupaten Sumenep yang telah memberikan pemahan padanya terhadap narkoba dan juga bahayanya. sehingga “Saya  bisa mengawasi dan mengontrol prilaku anak saya ketika misalkan nanti kedapatan membwa barang yang tidak biasanya di konsumsi, karna sedikitnya saya sudah tau dan paham terhadap jenis-jenis narkoba dan juga bahayanya. selain itu, Saya akan menjaga pegaulan anak-anak saya agar tidak terjerumus pada bahaya narkoba”.

SISWA DAN GURU MTSN 1 SUMENEP ANTUSIAS MENDAPAT SOSIALISASIKAN BAHAYA NARKOBA

Sumenep - Rabu 16 Maret 2016, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep ajak siswa dan siswi beserta guru MTSN 1 Sumenep sadar narkoba dengan cara di berikan sosialisaasi bahaya narkoba di lembaga tersebut, sosialisasi bahaya narkoba itu di sampaikan pada siswa dan siswi, juga guru  itu di bagi menjadi dua tempat, Sosialisasi pada siswa di tempatkan di aula lantai dua di ikuti oleh lebih dari 150 peserta/siswa sedangkan sosialisasi pada guru di tempatkan di ruangan lantai satu.
Sosialisasi bahaya narkoba pada siswa di sampaikan oleh H. Rahwini Suwandi selaku Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat juga H. Satrawi Joyo selaku Kasi Rehabilitasi  BNN Kabupaten Sumenep sedangkan sosialisasi pada guru di sampaikan oleh Kepala BNNK Sumenep H. Bambang Sutrisno.
Beragam penyampaian materi yang di sampaikan oleh ke tiga pemateri itu sesuai dengan bidangnya masing-masing sepert yang di sampaikan H. Rahwini Suwandi, beliau lebih mentitik tekankan penyampaiannya itu pada pencegahan dan pemberdayaan masyarakat salah satunya beliau memberikan pemahaman kepada siswa. Apa itu narkoba?, jenis-jenis narkoba dan juga bahaya narkoba. Salah satunya yang beliau paparkan Pertama Dari kata NAR. Narkoba, KO, Psikotropika. BA, Bahan adiktif, Dari turunan di atas mempunyai turunan bahaya yang cukup luar biasa.
Rahwini juga menambahkan jenis dan bahaya narkoba dalam penyampaian materinya “ jenis-jenis narkoba dan bahayanya, salahsatunya adalah ganja yang mengakibatkan merusak pikiran atau otak, termasuk pada golongan narkotika. sedangkan yang termasuk pada golongan psikotropika adalah sabu, extase, yang menyebabkan mental dan prilaku menjadi tidak normal, Sedangkan bahan adiktif adalah rokok, kopi, alkohol. yang menyebabkan ketergantungan.”






Senin, 21 Maret 2016

BNN Kabupaten Sumenep Ingatkan Pelajar SMAN 1 Batuan untuk Berprestasi Tanpa Narkoba


Batuan – 14 Maret 2016. Mengingat hasil survei BNN pada 2011 prevalensi penyalahguna narkoba adalah 2,2 persen atau setara dengan 4,2 juta orang. Ironisnya yang paling banyak menjadi pecandu narkoba adalah usia produktif antara usia 15 sampai 59 tahun kondisi ini setiap tahun semakin bertambah meningkat.
Masalah ini sangat mengancam generasi muda sehingga perlu adanya penanganan serius dalam memberantas penyalahgunaan dan bahaya narkoba yang saat ini sudah mulai merasuki para pelajar, khususnya pelajar yang ada di Kabupaten Sumenep agar terbebaskan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Sehingga BNN melakukan tindakan tepat melaksanakan pencegahan di usia dini, menyelamatkan generasi bangsa dengan melakukan sosialisasi terhadap bahaya narkoba yang di langsungkan di SMAN 1 Batuan, kegiatan ini bertujuan agar siswa dan siswi khususnya SMAN 1 Batuan menyadari akan bahaya narkoba.
Betapa pentingnya generasi muda, layaknya semboyan yang di teriakkan oleh Bung Karno Bapak Proklamator Kemenerdekaan Republic Indonesia, pada saat tampilan di layar proyektor pemateri H. Rahwini Suwandi saat pembukaan penyampaian materinya. “ beri aku 1000 orang tua niscaya akan aku cabut gunung merapi dari akarnya, dan beri aku 10 pemuda niscaya akan aku goncangkan dunia.”
Lanjut penyampaian materi NAPZA, oleh Kasi Pencegahan ini Rahwini Suwandi ayah dari empat anak ini. Beliau menegaskan bahwa “Narkoba dapat merusak tubuh juga mintal kita dan yang paling parah dapat merunggut nyawa kita kalau sampai terjerumus pada bahaya narkoba.
Selain menjelaskan tentang narkoba dan bahayanya Rahwini mengungkapkan keprihatinan dirinya pada Siswa di akhir penyampaian sosialisasinya “petapa pentingnya generasi muda, betapa berharganya generasi bangsa, betapa naifnya ketika generasi bangsa yang ada di depan saya ini menjadi korban penyalahgunan narkoba.” itulah rasa kepedulian yang di sampaikan oleh pemateri dari bidang peencegahan dan pemberdayaan masyarakat ini, karna di akuinya masa depan bangsa ada di tangan pemuda.

Senin, 14 Maret 2016

DARMA WANITA INSPEKTORAT KABUPATEN SUMENEP DISOSIALISASI BAHAYA NARKOBA



Kota-  Upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep menggelar sosialisasi P4GN bekerjasama dengan Darma Wanita Inspektorat Kabupaten Sumenep, kegiatan tersebut di langsungkan di lantai dua gedung inspektorat pada juma’at 11 Maret 2016. Kegiatan itu sengaja dilangsungkan pada saat pertemuan rutin Darma Wanita
Ketua Darma Wanita Ibu Ani Idris menyampaikan dalam sambutannya, “Sosialisasi tentang narkoba sangat penting, kondisi saat ini sangat merinding ketika mendengar narkoba dan bahaya narkoba, banyak kejadian-kejadian yang di akibatkan oleh penyalahgunaan narkoba”.
Selain itu ani idris juga memaparkan tingginya penyalahguna narkoba di jawa timur kurang lebih sekitar 4 juta jiwa, Kondi seperti ini sangat penting untuk kita semua untuk tau apa yang di maksud dan di sebut narkooba beserta bahayanya, agar ibu-ibu darma wanita dapat melindungi keluarganya dari bahaya penyalahgunaan narkoba, lebih-lebih pada anak-anak kita. Jelas Ani Idris.
Sementara itu Kepala BNN Kabupaten Sumenep H. Bambang Sutrisno yang di sapa akrab BASU ini tidak hanya menyampaikan sambutan sebagai kepala BNNK melainkan beliau juga menjadi pemateri Sosialisasi P4GN. Pada penyampaian materi Basu memberikan pemahaman terhadap ibu-ibu Darma Wanita terkait nakoba beserta bahayanya dan juga pencegahannya.

Jumat, 04 Maret 2016

BNN KABUPATEN SUMENEP AJAK MASYARAKAT KEPULAUAN GAYAM PERANGI BAHAYA NARKOBA


Gayam –Badan Narkotika Nasional BNN Kabupaten Sumenep bersama Dinas Sosial Kab. Sumenep  bekerjasama dengan PGRI Cabang gayam lakukan sosialisas dan advokasi P4GN pada kepala sekolah se-Kecamatan Gayam, osis, dan juga pengurus PGRI Cabang Gayam. Langkah ini di harapkan agar masyarakat kepulauan yang jauh dari jangkauan pengawasan pemkab mampu menjadi patron terhadab masuknya bahaya narkoba di kepulauan, sehinnga mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba di kepulauan dan menjadi kepanjangan tangan dari BNNK untuk memberikan pemahaman pada masyarakat agar masyarakat kepulauan terbebas dari jeratan bahaya narkoba.
Sosialisasi P4GN tersebut di langsungkan di madarasah Al-Hilal Bansanik Desa Pancor Kec. Gayam Kab. Sumenep pada Kamis 4 Maret 2016, Sosialisasi tersebut di sampaikan oleh BNNK, Polres Sat narkoba dan juga MUI.
Ketua Cabang PGRI Kec. Gayam Mengungkapkan dalam sambutannya “ kepulauan adalah daerah yang rawan Narkoba, sehingga perlu adanya control dan juga peran aktif dari kita semua untuk memerangi masuknya bahaya penyalahgunaan narkoba di kepulauan khususnya pulau Gayam kita tercinta ini.”
Di samping itu Kabid rehabilitasi Dinas Sosial Zainurul Qomari pada paparannya mengungkapkan bahwa, Sosialisasi P4GN ini merupakan upaya pencegahan secara prefentive, selain itu beliau juga menyampaikan sambutan Kepala Dinas Sosial yang diwakilinya. “ Kepala Dinas Sosial mengharapkan ada kampung yang di bentuk kampung anti narkoba di kepulauan khususnya di pulau gayam”. Hal ini tidak lain merupakan upaya untuk melakukan pencegahan pemberantasan peredaran gelap narkoba yang ada di setiap desa di Kabupaten Sumenep”.
Setelah sambutan dinas Sosial dilanjut penyampaian materi oleh H. Rahwini Suwandi selaku kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Sumenep Sebelum beliau masuk pada penjelasan materinya, terlebih dahulu Rahwini mengajak peserta sosialisasi untuk berdiri sejenak menyanyikan lagu Indonesia raya dan juga Mars BNN, Seluruh peserta yang terdiri dari unsure kepala sekolah Se-kecamatan gayam, Osis dan juga pengurus PGRI Cabang Gayam itu dengan kompak dan semarak menyanyikan dua lagu tersebut.
Tidak hanya itu, Rahwini juga menjelaskan tugas dan fungsi BNN Kabupaten Sumenep sesuai permintaan dari Dinas Sosial agar peserta tau akan tugas dan fungsi BNNK. Hal ini adalah untuk memudahkan kerjasama pemetaan peran bersama beberapa elemen yang tergabung untuk membasmi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Sontak setelah selesai penyampaian materi yang di sampaikan oleh BNNK, POLRI, juga MUI. Kepala Sekolah Se – Kec. Gayam ini dan juga pengurus cabang PGRI mengusulkan agar ada integrasi kurikulum terkait narkoba atau P4GN. Usulan tersebut di Sepakati oleh semua peserta setelah mendapat penjelaskan dari H. Rahwini bahwa akan ada integrasi kurikulum pendidikan yang berkaitaan dengan narkoba.


Rabu, 02 Maret 2016

Sosialisasi P4GN Melalui Even Olah Raga

Batuan – Dalam rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba P4GN Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep tidak hanya menghimbau masyarakat dan pelajar menjauhi narkoba dengan cara sosialisaasi yang bersifat langsung akan tetapi juga di lakukan dengan cara melaksanakan kegiatan Even olah raga, seperti yang di langsungkan pada kegiatan pekan pelajar yang di adakan oleh PC. IPNU-IPPNU Kab. Sumenep bekerja sama dengan BNNK Sumenep pada 11-29 februari 2016.
Kegiatan ini di ikuti oleh tingkatan SMP/MTS,SMA/MA atau yang sederajad se kabupaten Sumenep, kegiatan tersebut bertujuan untuk menyambung tali silaturrahmi antar pelajar dan antar lembaga pendidikan yang ada di kabupaten sumenep.
Selain itu kegiatan yang bekerjasama dengan BNNK sumenep ini adalah untuk merangsang pelajar agar berprestasi tanpa narkoba. Seperti yang di sampaikan dalam sambutan bapak bupati sumenep A. Busyro Karim yang di wakili oleh Wakil Bupati ahmad fauzi selaku wakil bupati sumenep.
Fauzi menghimbau agar “pelajar harus terbebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan sex bebas, sehingga tercipta pelajar yang berprestasi tanpa narkoba.
Tak hanya itu, Fauzi menambahkan bahwa narkoba kini sudah mengintai para pelajar untuk merusak generasi bangsa. “ saya selaku wakil bupati kabupaten sumenep mengajak adik-adiku sekalian kita tolak dan perangi narkoba bersama-sama.” Semangat Fauzi.
Di samping itu ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama IPNU Kabupaten Sumenep Ach. Wasil menegaskan bahwa kegiatan tahunan tersebut adalah kegiatan yang di selenggarakan setiap tahun dalam rangka menjalin tali silaturrahim antar pelajar yang ada di kabupaten sumenep dan juga menjadikan kegiatan ini sebagai media pelajar berprestasi tanpa narkoba. “ kegiatan ini kita laksanakan setiap tahun karna, ini merupakan kegiatan tahunan, dan setiap tahun kita bekerja sama dengan badan narkotika kabupaten, seperti tahun sebelumnya kita bekerja sama dengan BNK Sumenep yang pada saat itu belum menjadi badan narkotika nasional, Nah sekarang kita menjalin kejasama dengan BNNK.”
“ Sengaja kami adakan kegiatan ini bekerjasama dengan BNNK Sumenep agar menjadi media khusus buat pelajar agar terhidar dari bahaya narkoba dan menjadi pelajar yang berprestasi tanpa narkoba.” Imbuh Wasil.
Kegiatan ini sangat di apresiasi oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep Bambang Sutrisno. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, selain kegiatan yang positif kegiatan ini juga mampu mendongkrak kesadaran masyrakat akan bahaya narkoba tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.” Red.