PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOBA

Pejabat Forpimka Sumenep secara simbolis memulai pemusnahan Barang Bukti Narkoba dan Miras

PERINGATAN HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2016

Wakil Bupati Kab. Sumenep memberangkatkan peserta jalan-jalan santai

PONPES LUBANGSA RAYA BEKALI SANTRI PENGETAHUAN BAHAYA NARKOBA

Pengurus dan Santri Ponpes Lubangsa Raya nyatakan Stop Narkoba

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Sekolah SMPN 1 Bluto Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi PPM BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Plt. Kepala Sekolah SMPN 2 Sumenep

KOMPANYE STOP NARKOBA DI INSTITUSI PENDIDIKAN

Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kab. Sumenep menyerahkan piagam kepada Kepala Sekolah SMPN 3 Sumenep

CAMAT BLUTO BERSINERGI DENGAN BNNK SUMENEP

Jabat Erat antara Camat Bluto, Kepala BNNK Sumenep, Kapolsek Bluto, Danramil Bluto, Kepala Seksi PPM, dan Staf BNNK Sumenep

------------------------------------------------ end slider ------------------------------------------------------

Selasa, 28 Juni 2016

BUPATI SUMENEP PIMPIN APEL GABUNGAN DALAM RANGKA PUNCAK PERINGATAN HANI 2016

Sumenep – 27 juni 2016 Pemerintah Kabupaten Sumenep memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2016 di halaman kantor Bupati Sumenep.
Bupati Sumenep DR. KH. A. Busyro Karim memimpin apel gabungan yang dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda, Pembantu Sekda, Kepala Dinas, Badan dan Kantor, Pejabat Eselon III, Eselon IV dan seluruh staf dilingkungan Pemkab. Sumenep.
Dalam arahannya Bupati Sumenep menegaskan bahwa kejahatan narkoba terbukti merusak masa depan bangsa di negara manapun, karena daya rusaknya yang luar biasa terhadap syaraf manusia, fisik, sosial yang dalam jangka panjang akan menurunkan daya saing dan kemajuan bangsa.

Jumlah pengguna narkoba di Indonesia mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Tahun 2015 angka prevalensi pengguna narkoba mencapai 4,1 juta orang (2,2%), meningkat dari tahun 2014 . Kerugian material diperkirakan sebesar lebih kurang Rp 63 triliun yang mencakup kerugian akibat belanja narkoba, biaya pengobatan, barang-barang yang dicuri, biaya rehabilitasi, dll
Di Kabupaten Sumenep, pada tahun 2016 jumlah kasus penyalahgunaan narkobapada dari awal januari sampai bulan juni 2016 sebanyak 34 kasus dengan barang bukti yang sudah dimusnahkan (shabu-shabu) 90,26 gram, sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 55 kasus.
Penanggulangan narkoba di Kabupaten Sumenep harus dilaksanakan lebih giat lagi mulai dari pencegahan, rehabiltasi dan pemberantasan. Pemerintah daerah kabupaten sumenep menyambut baik terbentuknya Penggiat/ Satgas anti narkoba di masing-masing desa
Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah membuat :
  1. Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep nomor : 15 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya
  2. Keputusan Bupati sumenep nomor : 188/347/KEP/435.013/2016 tentang Tim Koordinasi Terpadu dan Kelompok Kerja P4GN
Dalam acara ini DR. KH. A. Busyro Karim memberikan penghargaan kepada SMAN 2 Sumenep yang telah berperan aktif dalam P4GN,  memberikan santuan kepada anak yatim
dan secara simbolis Bapak Bupati Sumenep menempelkan stiker Stop Narkoba di mobil dinasnya yang diikuti penempelan kepada seluruh mobil dinas di Kabupaten Sumenep


Senin, 20 Juni 2016

DHARMA WANITA DINAS HUTBUN DAN SEKWAN KAB. SUMENEP BERTEKAD CEGAH NARKOBA

BNNK SUMENEP - 3 Juni 2016. Keluarga merupakan benteng pertama yang dapat menangkal masuknya berbagai macam perilaku dan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan agama.
Melalui Dharma wanita Sekretariat Dewan dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep memberikan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada seluruh pengurus dan anggota nya. 
Dengan meningkatnya pengetahuan ibu - ibu keluarga Dharma wanita Sekretariat Dewan dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep diharapkan dapat menangkal maraknya penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sumenep
Pada kesempatan itu Ketua Dharma wanita Sekretariat Dewan Kabupaten Sumenep berpesan agar setiap ibu dapat melindungi anggota keluarganya dari penyalahgunaan narkoba.
Sedangkan Ibu Ketua Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep mengingatkan bahwa peranan ibu dalam keluarga sangat besar sehingga keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dapat terwujud berkat peran seorang ibu.

Senin, 06 Juni 2016

"GENERASI HEBAT GENERASI BEBAS NARKOBA" TEMA DIALOG KEPEMUDAAN OLEH KARANG TARUNA DESA JAMBU

JAMBU LENTENG - kepedulian Karang taruna desa jambu kecamatan terhadap merebaknya peredaran gelap narkoba diwujudkan dengan mengadakan dialog kepemudaan dengan tema Generasi Hebat Generasi Bebas Narkoba. 
Bertempat di Balai Desa Jambu dialog tersebut dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Sumenep Bambang Sutrisno, SE. MM. dan Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Rahwini Suwandi, SE. MH. sebagai narasumber.
Peserta yang hadir terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pelajar dan aparatur desa jambu.
Kepala desa Jambu pada sambutannya, mengapresiasi karang taruna desa jambu yang telah menyelenggarakan dialog kepemudaan tersebut. Dia berharap dengan adanya dialog tersebut masyarakat desa jambu dapat mengetahui tentang bahaya narkoba sehingga dapat bersama-sama mencegah peredaran gelap narkoba yang akan masuk ke desa jambu.




Jumat, 03 Juni 2016

HARI ANTI NARKOBA INTERNASIONAL DIMERIAHKAN DENGAN JALAN JALAN SANTAI

SUMENEP - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumenep bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep peringati hari anti narkoba dan hari pendidikan nasional pada 3/6/2016.
Peringatan itu dikemas dengan jalan jalan sehat yang melibatkan semua elemen pendidikan di kabupaten sumenep termasuk semua UPT pendidikan yang ada di Kabupaten Sumenep, diperkirakan peserta JJS mencapai 5 ribu peserta.
Pada pagelaran JJS tersebut semua peserta mengkampanyekan bahaya narkoba dengan menunjukkan Stiker Stop Narkoba pada masyarakat sepanjang perjalanan mulai dari start sampai finis.
Wakil bupati sumenep Achmad Fauzi pada sambutannya menyampaikan bahwa hari pendidikan nasional dan hari anti narkoba internasional sangat erat kaitannya, dia menyebutkan bahwa pendidikan merupakan dasar yang harus kuat dalam rangka membentengi bangsa indonesia dari bahaya narkoba. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba berawal dari pendidikan yang tidak baik. Sehingga perlu adanya pembentukan karakter pendidikan yang baik.
Fauzi juga menyebutkan angka penyalahguna narkoba di indonesia yang diperkirakan mencapai 4,2 juta, 22 persen berasal dari anak sekolah dan mahasiswa yakni berusia 14 hingga 20 tahun. Bahkan sudah ada yang menyusup ke sekolah dasar.
Lanjut fauzi “ hal ini jika tidak di antisipasi akan menjadi racun yang merusak generasi bangsa, antisipasi yang di tawarkan Wabup Sumenep ini tidak lain adalah dengan cara mewariskan pendidikan yang berkwalitas”. Diakui atau tidak pendidikan kita mampu menciptakan generasi harapan yang nantinya akan mengharumkan bangsa dan negara. Serta mencetak generasi harapan masa depan yang unggul dan berkarakter.
Kepala BNN Kabupaten Sumenep Bambang Sutrisno SE, MM. Mengharap peringatan hari anti narkoba internasional HANI dan peringatan Hardiknas akan menjadi motivasi tersendiri bagi kita semua, sehingga mampu berbenah diri dan memantapkan motivasi kita dalam memajukan kabupaten Sumenep berprestasi tanpa narkoba.


Kamis, 02 Juni 2016

KAMPANYE STOP NARKOBA WARNAI PERPISAHAN SMP DAN SMA DI SUMENEP

Sumenep - Gerakan Stop Narkoba terus ditabuh laksana genderang perang oleh BNN Kab. Sumenep karena bandar dan pengedar narkoba tidak pernah merasa takut untuk berhenti menyebarkan barang maut narkoba kepada seluruh masyarakat tidak terkecuali pelajar.
Bak Gayung bersambut banyak sekolah yang mengharapkan mengisi acara kampanye stop narkoba pada acara perpisahan sekolah tahun pelajaran 2016.

Kampanye Stop Narkoba pada Perpisahan SMPN 1 Bluto
Kampanye Stop Narkoba pada Perpisahan SMPN 2 Sumenep

Kasi PPM BNN Kab Sumenep pada Perpisahan SMPN 2 Sumenep

Plt Kepala Sekolah SMPN 2 Sumenep memberikan sambutan

Kampanye Stop Narkoba pada Perpisahan SMPN 3 Sumenep
Kampanye Stop Narkoba pada Perpisahan SMPN 1 Sumenep

Kasi Rehabiltasi menrahkan piagam kepada Kepala SMPN 3 Sumenep
Kampanye Stop Narkoba pada Perpisahan Nurul Hidayah Manding

PERSIAPAN LIBUR RAMADHAN LUBANGSA RAYA PONPES AN-NUQAYAH BEKALI SANTRI PENGETAHUAN BAHAYA NARKOBA

Guluk-Guluk – Senin 30 Mei 2016 Pengasuh Pondok Pesantren An-Nuqayah Daerah Lubangsa Raya Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep Jawa Timur menyadari pentingnya membekali santri tentang bahaya narkoba.

“Mengingat bahaya pengaruh narkoba, kami terus menyuarakan di setiap kesempatan demi menyelamatkan generasi muda Sumenep. Apalagi saat ini narkoba mulai merambah kalangan pelajar, baik sebagai pengedar dan pemakai,” ujar Kasi P2M Rahwini Suwandi SE, MH.
Rahwini mengatakan pada saat penyampaian materinya, “pencegahan narkoba  harus dimulai dengan pembinaan dari pribadi, keluarga dan masyarakat. Hal ini, kata dia, agar anak-anak atau kalangan remaja tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang akhirnya berpotensi terpengaruh pada penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pemuda adalah generasi emas yang akan memegang kunci dalam keberhasilan dan kelangsungan negara ini.
“Sosialisasi ini merupakan bekal pada santri di saat liburan nanti, karna pada saat liburan, santri akan ketemu dengan teman-teman lamanya, dan di khawatirkan teman lamanya itu sudah menjadi korban atau pengedar narkoba, sangat dimungkingkan teman lamanya itu mengajak mencoba-coba narkoba.
 “Penekanan utama sosialiasi yang kami berikan kali ini adalah mereka para santri harus menjauhi narkoba. Narkoba bisa menjadi candu bagi siapapun termasuk santri,” kata Satrawi Joyo selaku Kasi Rehabilitasi BNN Kabupaten Sumenep
Selain penekanan untuk menjauhi narkoba, para santri juga diberikan pengenalan jenis narkoba yang beredar di Indonesia dan bahaya-bahaya yang ditimbulkan apabila orang itu menggunakan narkoba.
“Kami bekali mereka agar mentalnya menjadi kuat dan tidak tergoda dengan narkoba. Sosialisasi ini adalah benteng, agar ke depan mereka sebagai generasi muda tahu apa itu narkoba dan jenisnya, serta punya kesadaran untuk menjauhinya,” Pungkasnya.



DUKUNG PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA, PMII GELAR SOSIALISASI BAHAYA NARKOBA

Rubaru - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wiraraja Sumenep Jawa Timur menghadirkan BNN Kabupaten Sumenep pada acara sosialisasi bahaya narkoba dalam rangka Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang di adakan di Desa Mandala Kecamatan Rubaru tepatnya di rumah Kades Mudellir pada minggu malam, 29 Mei 2016.
Ketua Komisariat PMII Unija Sumenep, Wawan Lantang menegaskan bahaya narkoba yang sudah menyasar kepada pelajar dan mahasiswa sehingga perlu penanganan lebih serius oleh semua pihak. Pasalnya, pelajar dan mahasiswa merupakan generasi bangsa yang perlu diselamatkan sebagai investasi masa depan wajah Negara Indonesia.
“Narkoba menyasar siapapun dan tidak pandang bulu. Untuk segmen pelajar dan mahasiswa, kami mengajak kepada mereka untuk bersama-sama memeranginya dengan mengikrarkan diri melawan terhadap narkoba, bersama-sama kita torehkan prestasi tanpa narkoba” jelasnya.
Selain Sosialisasi bahaya narkoba pada peserta pengkaderan dasar ini, kami juga mewajibkan kader kami untuk ikut mengkampenyekan bahaya narkoba melalui beberapa media yang sudah kami miliki. Termasuk setiap kali kita mengadakan diskusi dan kajian kami utamakan penyajiannya ada materi yang bersinggungan dengan bahaya narkoba, hal ini dilakukan adalah sebagai bentuk kontribusi kami terhadap Kabupaten Sumenep. Ungkap Kekom Unija.
“Kami akan diskusikan lebih lanjut dengan pihak terkait baik pemerintah Kabupaten Sumenep maupun kepada pihak kepolisisan yang konsen menangani kasus narkoba. Kita ketahui bersama Kabupaten Sumenep sebagai pintu Masuknya narkoba melalui beberapa pulau yang ada di sumenep. Nah kita antisipasi terlebih dahulu, khususnya para pelajar dan Mahasiswa,” jelasnya.

Rabu, 01 Juni 2016

HOTEL, KOS-KOSAN DAN CAFE MARAK NARKOBA, BNN SOSIALISASIKAN PERDA NO 15 TAHUN 2013

BNNK SUMENEP 28 Mei 2016 – Meningkatnya jumlah kos-kosan, hotel dan cafe di sumenep, ditengarahi banyak digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba seperti dijadikan tempat transaksi, tempat transit dan tempat menggunakan narkoba, maka BNN dan  Bakesbangpolinmas Kabupaten Sumenep melakukan sosialisasikan peraturan daerah nomor 15 tahun 2013 tentang pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya pada pemilik hotel, rumah kost dan rumah makan serta cafe.
Kepala Bakesbangpolinmas menjelaskan bahwa akhir-akhir ini peredaran narkoba di Kabupaten Sumenep cukup memprihatinkan.
Rahwini Suwandi SE, MH. Selaku Kasi PPM memaparkan beberapa aturan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep serta tugas dan fungsi dari Tim Koordinasi Terpadu dalam pelaksanaan pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang ada di Kabupaten Sumenep. 
Rahwini juga menghimbau kepada pemilik hotel, cafe juga rumah kost yang ada di Sumenep agar melakukan tes urine secara berkala pada setiap karyawannya, utamanya pada rekruitmen karyawan baru baik di hotel, rumah kost dan cafe. Perlu juga mensyaratkan surat keterangan bebas narkoba pada surat lamaran.
Disampaikan Kasat Intel Polres Kabupaten Sumenep pihaknya menceritakan “Beberapa penangkapan yang pernah kami lakukan di tempat-tempat yang sangat privasi, seperti hotel dan rumah kost, dalam penangkapan tersebut ternyata ada oknom pelayan hotel yang sengaja menjadi partner kejahatan penyalahgunaan narkoba, sehingga penyalahgunaan narkoba tersebut sangat rapi dan tanpa di curigai oleh siapapun, termasuk pemilik hotel” ungkap Kasat Intel yang baru pindah ke Sumenep 3 Bulan lalu.
Disamping penangkapan pada penyalahguna narkoba diluar Kabupaten Sumenep, Kasat Intel Polres Sumenep juga menjelaskan beberapa penangkapan yang bekerjasama dengan BNN Kabupaten Sumenep, salah satunya penangkapan yang dilakukan di Kangaian salah satu kepulauan yang ada di Kabupaten Sumenep. BB mencapai 2,5 kilogram, itu merupakan bandar besar yang ada di Kabupaten Sumenep.

MELALUI KOMUNIKASI SOSIAL KORAMIL RUBARU AJAK MASYARAKAT JAUHI NARKOBA

Rubaru 18 Mei 2015 - Koramil Rubaru menggelar Pertemuan Komunikasi Sosial dengan Komponen Masyarakat dalam meningkatkan wawasan kebangsaan guna mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Pertemuan ini bertujuan untuk membentengi masyarakat rubaru dari peredaran dan peredaran gelap narkoba.
Pertemuan ini dihadiri oleh Danramil secara pribadi, Kepala BNN Kab. Sumenep, Kapolsek Rubaru, dan Camat Rubaru.
Peserta yang diundang Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Kepala Desa. UPT. Puskesmas, UPT. Pendidikan, UPT. Departemen Agama Manding, dan Kelompok Tani.
Pada Acara Pembukaan Komandan Koramil Manding mengingatkan pentingnya wawasan kebangsaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa yang mulai terancam dengan meningkatnya tren peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Untuk itu Danramil Manding berpesan kepada seluruh komponen masyarakat manding untuk saling menjaga terciptanya wilayah kecamatan yang bebas dari narkoba.
Kepala BNN Kabupaten Sumenep sebagai narasumber tunggal memapar tentang Bahaya Narkoba. Sedangkan camat Rubaru berpesan agar masyarakat tetap kompak dalam menghadapi gencarnya peredaran narkoba.